Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus menggandeng 50 penulis lokal untuk menggarap proyek besar berupa penciptaan sebuah buku yang mengangkat kekayaan budaya di Kota Kretek.
Program ini menjadi langkah strategis dalam mendokumentasikan sekaligus mempromosikan kearifan lokal kepada masyarakat luas.
Proyek tersebut dikemas dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal di Kabupaten Kudus. Sebanyak 50 penulis dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum, turut ambil bagian.
Pembukaan bimtek resmi digelar pada Rabu, 29/4/2026, di Gedung Layanan Perpustakaan Kudus. Acara ini dibuka langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi, apalagi ini penulis di Kudus dikumpulkan untuk kemudian diberikan bimtek, yang nantinya akan menggali cerita dari kekayaan budaya lokal di Kabupaten Kudus,” ujar Endhah.
Ia menjelaskan, para peserta akan mendapatkan pendampingan dari lima narasumber yang berpengalaman di bidang kepenulisan, akademisi, serta budayawan.
Dengan bimbingan tersebut, diharapkan karya yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan layak menjadi referensi budaya.
Menurut Endhah, buku yang dihasilkan dari program ini ditargetkan menjadi koleksi unggulan di perpustakaan sekaligus bentuk penghargaan bagi para penulis.
“Buku ini akan jadi best seller di perpustakaan sebagai award untuk mereka,” katanya.
Endhah juga menyoroti masih rendahnya tingkat literasi di Kudus. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda yang saat ini cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai.
Sementara itu, Kepala Dinas Arpusda Kudus, Mutrikah, menambahkan bahwa rangkaian bimtek akan berlangsung hingga 23 Juni 2026.
Ia berharap hasil karya para peserta dapat menjadi magnet literasi sekaligus sarana promosi budaya dan pariwisata, sehingga generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya Kudus.
“Karya buku ini nanti akan kami taruh di Pojok Kudus sebagai bahan baca masyarakat untuk lebih mengenal kekayaan budaya yang ada di Kabupaten Kudus,” ujarnya. (J05/A01)










