Bulusan 2026 di Kudus Tanpa Tiket, Warga Antusias Rayakan Tradisi Kupatan

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kirab Kupatan dalam Tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Kirab Kupatan dalam Tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. (Foto: J05)

Jurnalpantura.id, Kudus – Tradisi Bulusan di Kabupaten Kudus kembali digelar dengan nuansa yang berbeda pada tahun ini. Perayaan yang sarat makna tersebut lebih mengedepankan nilai kebersamaan serta harapan akan keberkahan.

Warga tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah menjadi bagian dari warisan budaya turun-temurun.

Kirab Bulusan berlangsung pada Sabtu, 28/3/2026, di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan kemeriahan tradisi kupatan yang selalu dinantikan setiap tahunnya. Suasana penuh semangat dan keguyuban begitu terasa sejak awal acara dimulai.

Ketua Panitia Tradisi Bulusan, Nor Kholis, menyampaikan bahwa tahun ini panitia memutuskan untuk tidak memberlakukan tiket masuk bagi pengunjung.

Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat agar dapat ikut serta tanpa hambatan.

“Peniadaan tiket ini karena kami ingin memperkuat lagi kebersamaan dan keterlibatan masyarakat. Tidak memikirkan kegiatan ini sebagai sebuah bisnis, tapi kami ingin ngalap berkah bersama-sama,” ujarnya.

Semangat kebersamaan juga tercermin dalam kirab gunungan yang menjadi daya tarik utama. Sebanyak sepuluh gunungan, terdiri dari sembilan RT dan satu gunungan khusus berisi ketupat, diarak meriah oleh warga.

Baca Juga :  Pengajuan Tradisi Guyang Cekathak Sebagai Warisan Budaya Takbenda Masih Tertahan di Kemenbud

Gunungan tersebut kemudian dibawa menuju Makam Mbah Kiai Dudo untuk mengikuti prosesi inti tradisi.

Setibanya di lokasi, gunungan dikumpulkan dan dilakukan penyerahan kupat kepada juru kunci. Kupat tersebut dipersembahkan sebagai makanan bagi bulus yang dipercaya sebagai titisan murid Sunan Muria.

Tradisi ini menjadi simbol penghormatan sekaligus bentuk pelestarian nilai kearifan lokal yang telah hidup sejak lama di tengah masyarakat.

Usai prosesi, masyarakat mengikuti doa bersama sebelum akhirnya berebut isi gunungan. Bahkan, sebelum doa selesai sepenuhnya dipanjatkan, warga sudah mulai mengambil bagian dari gunungan yang diyakini membawa berkah.

Rangkaian Tradisi Bulusan 2026 sendiri telah dimulai sejak Jumat dengan kenduren massal, lalu dilanjutkan kirab, pentas seni, hingga pertunjukan wayang.

Tradisi Bulusan memiliki sejarah panjang yang berawal dari seorang ulama bernama Mbah Dudo pada masa penyebaran Islam oleh Sunan Muria.

Kisah tentang dua muridnya, Umara dan Umari, yang berubah menjadi bulus menjadi bagian penting dari legenda ini.

Hingga kini, setiap tanggal 8 Syawal, masyarakat memperingati khaul Mbah Dudo sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan pentingnya kebersamaan dan nilai spiritual dalam kehidupan. (J05/A01)

Berita Terkait

Guyang Cekathak di Lereng Muria, Warga Colo Kudus Berdoa agar Hujan Segera Turun
Ampyang Maulid Loram Kulon, Tradisi Religi yang Menggerakkan Budaya dan Ekonomi Warga
Warga Kauman Kudus Jaga Tradisi Bubur Asyura Jelang 10 Muharram, Seribuan Porsi Dibagikan
12 Regu Tari Caping Kalo Melaju ke Final, Kudus Bersiap Pecahkan Rekor MURI
Resmi Jadi WBTb, Tradisi Minta Hujan “Guyang Cekathak” di Kudus Masih Lestari hingga Sekarang
Rebutan Berkah di Sewu Kupat Muria, Warga Padati Taman Ria Colo
Ada Makna Dibalik Kirab Kerbau Bule Sebelum Pesta Lomban Jepara
Festival Bulusan Kudus Hadirkan Gebrakan Baru, Tahun Ini Gratis Tanpa Tiket Masuk
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:35 WIB

Guyang Cekathak di Lereng Muria, Warga Colo Kudus Berdoa agar Hujan Segera Turun

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Ampyang Maulid Loram Kulon, Tradisi Religi yang Menggerakkan Budaya dan Ekonomi Warga

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:08 WIB

Warga Kauman Kudus Jaga Tradisi Bubur Asyura Jelang 10 Muharram, Seribuan Porsi Dibagikan

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:01 WIB

12 Regu Tari Caping Kalo Melaju ke Final, Kudus Bersiap Pecahkan Rekor MURI

Jumat, 24 April 2026 - 14:59 WIB

Resmi Jadi WBTb, Tradisi Minta Hujan “Guyang Cekathak” di Kudus Masih Lestari hingga Sekarang

Berita Terbaru