Jurnalpantura.id, Kudus – Wakil Bupati Kudus Muhammad Hartopo mengaku belum tahu mengenai penangkapan. Dia justru mendengar informasi tersebut dari media sosial.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati saat dikonfimasi awak media terkait penyegelan empat ruang dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus, yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jum’at 26/07/2019.
Empat ruang tersebut adalah ruang Sekda Kudus, ruang staf khusus Bupati Kudus, rumah dinas Sekda yang ditempati tiga staf khusus Bupati Kudus, dan rumah dinas Bupati Kudus.

“Saya tahunya dari medsos saja, untuk yang lainnya saya belum tahu,” terangnya.
Saat ditemui usai acara Pisah Sambut Kejari Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Hartopo mengatakan bahwa dirinya hingga kini tidak mengetahui keberadaan Bupati Kudus, Muhammad Tamzil.
Dia menjelaskan bahwa pertemuan terakhirnya dengan orang nomor satu di Kudus itu terjadi pada hari Kamis 25/07/2019 kemarin, dalam acara Pelepasan Jemaah Haji Kudus. Dan hingga saat ini dirinya belum ada komunikasi dengan Bupati Kudus.
“Sementara ini belum ada (komunikasi dengan Bupati Kudus). Karena saya jarang koordinasi dengan beliau dengan WhatsApp. Kadang kalau ada beliau kami komunikasi,” katanya.
Terkait keberadaan Sekda Kudus, Sam’ani Intakhoris. Hartopo menyebut saat ini Sekda Kudus sedang izin ke luar kota untuk urusan keluarga.
Ia berharap tidak ada apa-apa dalam penggeledahan kali ini. Roda pemerintahan juga diharapkan bisa tetap jalan. (J12/A02)










