Desa Gulang Lestarikan Caping Kalo

- Jurnalis

Selasa, 5 November 2024 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SD di Gulang usai pementasan Caping Kalo (Foto:JP)

Siswa SD di Gulang usai pementasan Caping Kalo (Foto:JP)

Jurnalpantura-.id, Kudus – Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, menggelar acara peluncuran tari Caping Kalo dalam rangka melestarikan budaya dan menjaga regenerasi seniman tari di daerah tersebut.

Peluncuran ini dirangkai dengan kegiatan Sedekah Bumi dan pertunjukan ketoprak yang diadakan di lapangan desa.

Tujuannya agar tradisi Caping Kalo terus berkembang dan diwariskan kepada generasi muda, khususnya anak-anak di tingkat SD.

Kepala Desa Gulang, Aris Subekhan menyampaikan, peluncuran tari ini menjadi bagian dari agenda Sedekah Bumi tahun ini. Selain peluncuran tari, desa juga menjalankan berbagai program lain seperti pembagian bantuan untuk mushola, ketahanan pangan, papanisasi makam, dan program stunting.

Baca Juga :  Perajin Caping Kalo Kian Langka, Kamto Tetap Bertahan di Tengah Keterbatasan

“Momen Sedekah Bumi ini menjadi kesempatan yang baik untuk meluncurkan tari Caping Kalo bagi anak-anak. Setelah ini, kami akan memasukkan tari ini sebagai bagian dari pendidikan di sekolah-sekolah di Desa Gulang,” ujarnya.

Seluruh kegiatan ini dibiayai oleh APBDes 2024, dan pemerintah desa berharap agar tari Caping Kalo dapat menjadi bekal budaya yang akan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Setelah peluncuran ini, pengelolaan tari Caping Kalo akan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat Desa Gulang agar pemberdayaan budaya lebih maksimal dan tidak punah,” tambahnya. (J02/A01

Berita Terkait

“Dagdigdug”: Kritik Tajam Teater Satoesh UIN Kudus atas Hilangnya Kejujuran di Tengah Kepalsuan Zaman
Bukti Simbol Toleransi, Barongsai dan Tari Kretek Tampil Bersama Dalam Pembukaan TMMD
Pentas Monolog dan Bedah Buku “Jabrik”, Tandai Kebangkitan Gandrung Sastra
UMKM Unik CFD Kudus Curi Perhatian Bupati, Manfaatkan Kayu Jati Jadi Hiasan Bernilai
Atraksi Budaya dan Seni Khas Kudus Sambut Para Pengunjung di Anjungan Jawa Tengah TMII
Sendratari Ngintun Sega Kepel Guncang Panggung Pentas Duta Seni di Anjungan Jawa Tengah TMII
Komunitas Sastra Gelar Workshop ALAMIPUISI
Ketoprak hingga Pengajian Warnai Syukuran Anggota DPRD Kudus Muhammad Nawawi
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Oktober 2025 - 06:10 WIB

“Dagdigdug”: Kritik Tajam Teater Satoesh UIN Kudus atas Hilangnya Kejujuran di Tengah Kepalsuan Zaman

Rabu, 23 Juli 2025 - 18:38 WIB

Bukti Simbol Toleransi, Barongsai dan Tari Kretek Tampil Bersama Dalam Pembukaan TMMD

Minggu, 15 Juni 2025 - 21:44 WIB

Pentas Monolog dan Bedah Buku “Jabrik”, Tandai Kebangkitan Gandrung Sastra

Sabtu, 24 Mei 2025 - 15:27 WIB

UMKM Unik CFD Kudus Curi Perhatian Bupati, Manfaatkan Kayu Jati Jadi Hiasan Bernilai

Senin, 5 Mei 2025 - 12:50 WIB

Atraksi Budaya dan Seni Khas Kudus Sambut Para Pengunjung di Anjungan Jawa Tengah TMII

Berita Terbaru