Jurnalpantura.id, Kudus – Tiga bayi lahir dengan selamat di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus tepat pada Tahun Kabisat, Kamis (29/2/2024). Momentum unik ini akan membawa bayi-bayi tersebut hanya bisa merayakan ulang tahun empat tahun sekali.
Kepala Unit Rung Bersalin Rumah Sakit Aisyiyah Kudus, Ira Fitria Sari mengatakan, hingga pukul 10.30 WIB tadi, ada tiga bayi yang lahir dengan kondisi sehat. Dua diantaranya lahir dengan spontan atau normal, sementara satu bayi lainnya lahir caesar.
“Yang satu caesar karena tensi ibunya tinggi, jadinya dikhawatirkan kejang makanya harus dilakukan tindakan akhiran kehamilan untuk menolong keselamatan ibu dan bayinya,” terang Ira saat ditemui pada Kamis (29/2/2024).
Bayi yang lahir caesar, lanjut Ira, memiliki berat badan sekira 3 kilogram. Lalu, untuk dua bayi lainnya yang lahir secara normal, masing-masing memiliki berat badan 3,1 kilogram dan 4,3 kilogram. Namun, bayi yang berbobot 4,3 kilogram harus dirawat di ruang khusus bayi.
“Bayinya yang satu bayi besar karena nangisnya agak kurang kuat. Tadi sama dokter anaknya diobservasi di ruang khusus untuk evaluasi perkembangannya gimana,” jelasnya.
Menurut keterangannya, masih ada enam wanita yang tengah proses bersalin di Ruang Bersalin Rumah Sakit Aisyiyah Kudus. Satu proses bersalin diantaranya mengandung calon bayi kembar, yang dijadwalkan untuk persalinan caesar siang ini.
“Jadi total ada 7 bayi yang masih proses persalinan hari ini, tapi apakan semuanya akan lahir hari ini kita belum bisa memperkirakan,” tambahnya.
Salah satu ibu yang melahirkan bayi di Tahun Kabisat, Fitria Novianti (27) menceritakan bahwa dirinya masuk ke Rumah Sakit Aisyiyah Kudus sekira pukul 02.00 dini hari tadi. Saat itu, dirinya sudah dalam kondisi pembukaan tiga. Kemudian, melahirkan sekira pukul 09.00 WIB.
“Melahirkan sekitar jam 9 pagi tadi, jenis kelaminnya laki-laki,” katanya.
Bayi yang baru Ia lahirkan ini merupakan anak yang kedua. Anak pertamanya sudah berusia enam tahun dan saat ini tengah duduk di bangkus SD kelas satu. Dibanding proses bersalin anak pertama, Fitria mengaku lahiran kedua ini cukup ekstra tenaga.
“Proses salinan lebih mudah pertama, soalnya dulu berat badannya 2,5 kilo (anak pertama), yang ini 3,1 kilo. Tapi pas mengandung itu nyidam tidak terlalu. Ada kemauan itu kalau mau ya mau tapi disemayani atau nanti itu bisa, ” ujarnya.
Proses lahiran yang bertepatan dengan Tahun Kabiset ini diakuinya tanpa perencanaan. Bahkan, hari persalinan ini maju dari jadwal hari perkiraan lahir (hpl). Mulanya, jadwal hpl yakni tanggal 14 Maret. Kemudian, saat periksa lagi hpl maju di tanggal 5 Maret.
“Jadi melahirkannya ini maju lagi dari hpl,” ungkapnya. (J05/A01)










