Jurnalpantura.id, Kudus – Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2023 kembali dilaksanakan. Kali ini, kegiatan berlangsung di Aula Balai Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kamis (30/3/2023).
Berbagai potensi yang dimiliki Desa Jepang, mulai keberadaan UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dihadirkan Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Jepang dalam pemberdayaan ekonomi kreatif bagi masyarakatnya.
Bupati Kudus Hartopo menilai, dengan inovasi yang dilakukan dapat memberikan dampak penguatan ekonomi di masyarakat.
“Sangat apresiasi dan selalu kita dukung inovasinya untuk menggeliatkan perekonomian bagi masyarakat melalui keberadaan berbagai UMKM dan BUMDes,” ucapnya.
Hartopo juga memberikan imbauan pada Pemdes Jepang dalam upaya mengembangkan UMKM serta menata BUMDes yang dimiliki, dalam hal ini ‘Pasar Tokiyo Jepang’ agar memperhatikan pengelolaan dengan manajerial dan leadership yang baik.
“Tentunya harus diimbangi dengan pengelolaan manajerial dan leadership yang baik,” imbaunya.
Terakhir, Hartopo meminta pada Pemdes Jepang untuk turut serta memberdayakan para penyandang disabilitas. Sehingga kaum difabel dapat tetap menghasilkan sebuah karya untuk bersama menggeliatkan perekonomian di masyarakat.
“Saya pesan, kaum difabel juga turut diberdayakan. Gandeng mereka untuk bersama menggeliatkan perekonomian di masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Desa Jepang, Indarto menyampaikan bahwa inovasi pasar desa yang dikelola langsung oleh BUMDes. Upaya tersebut berhasil mengangkat perekonomian yang tentunya berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Sesuai arahan bupati, Indarto berkomitmen untuk terus menyempurnakan pengelolaan pasar desa agar semakin lebih baik.
“Pasar desa ini murni kita yang merawat, mengelola. Kita memiliki target pendapatan desa untuk setiap tahunnya,” jelasnya.
Terkait pemberdayaan kaum disabilitas, pihaknya mengungkapkan telah berulang kali menyerahkan bantuan kepada para warga penyandang disabilitas. Bantuan diberikan dalam bentuk barang yang bisa menunjang keterampilan disabilitas bekerja.
“Bantuan sosial untuk disabilitas yang bekerja. Kami menyerahkan peralatan pelayanan pijat seperti sprei, sarung, dan perlengkapan lain. Ini supaya tempat jasa pijat pun semakin nyaman,” katanya. (J05/A01)










