JurnalPantura.id, Kudus — Setelah lima tahun vakum, semangat kompetisi olahraga pelajar kembali menggema lewat Daba Volley Competition (DVC) 2025 yang digelar di SMA 2 Bae Kudus pada 3–7 Oktober 2025. Mengusung tema “Serve with Spirit, Spike with Pride,” ajang ini menjadi momentum kebangkitan voli pelajar di wilayah Karesidenan Pati dan sekitarnya.
Turnamen yang juga menjadi bagian dari HUT ke-43 SMA 2 Bae ini diikuti 33 tim, terdiri atas 22 tim putra dan 11 tim putri dari berbagai SMA, SMK, dan MA.
Dalam partai final putra, tim SMA Al Ma’ruf Kudus tampil tangguh dengan menaklukkan SMA 2 Bae Kudus 3-0. Sementara di kategori putri, giliran SMA 2 Bae Kudus yang membalas kemenangan dengan mengalahkan tim putri SMA Al Ma’ruf Kudus 3-1.
Kepala SMA 2 Bae Kudus, Puji Rahayu, menjelaskan bahwa penyelenggaraan DVC bertujuan mempopulerkan kembali voli di kalangan pelajar sekaligus memperkenalkan sekolah yang memiliki Kelas Khusus Olahraga (KKO).
“Sekolah kami punya kelas khusus olahraga, dan cabang yang menjadi unggulan adalah voli. Prestasi anak-anak juga sudah sampai tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.
Sistem penerimaan siswa KKO di SMA 2 Bae juga dilakukan secara khusus melalui seleksi fisik dan kemampuan dasar olahraga, tidak lewat jalur online seperti siswa reguler.
Sementara itu, Penanggung jawab kegiatan, Zuhri Haby Seno, menyebutkan bahwa DVC merupakan agenda tahunan yang sempat berhenti sejak 2019 karena pandemi. Tahun ini, turnamen kembali dihidupkan dengan antusiasme peserta yang tinggi.
“Ini ajang penting karena di Kudus sangat jarang ada kompetisi pelajar di luar POPDA. DVC menjadi ruang bagi atlet muda untuk menambah jam terbang dan mengasah mental bertanding,” katanya.
Menurut Haby yang juga guru olahraga, penyelenggaraan tahun depan akan diperluas dengan melibatkan pelajar tingkat SMP.
Selain kompetisi voli, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pameran UMKM dan karya siswa. Sebanyak 13 stan UMKM masyarakat dan 11 stan siswa ikut memeriahkan peringatan HUT sekolah.
“Dengan adanya berbagai kegiatan ini, salah satunya UMKM, siswa belajar kewirausahaan sekaligus ikut menghidupkan kegiatan sekolah,” tambah Zuhri.
Ia menegaskan dukungan sekolah terhadap kegiatan olahraga sangat besar, mulai dari penyediaan fasilitas hingga dukungan guru dan tenaga pelatih.
“Sekolah memberi ruang luas bagi anak-anak untuk berprestasi,” tegasnya.
Salah satu pemain voli putri SMA 2 Bae, Indana Zulfa Lu’lu’a, mengaku sangat senang bisa mempersembahkan kemenangan bagi sekolahnya. Terlebih pencapaian ini diraih sebagai tuan rumah yang membuatnya lebih merasa bangga.
“Prestasi ini hasil kerja keras tim dan pelatih. Kami senang bisa membawa nama baik sekolah. Semoga ke depan bisa berprestasi di tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia mengatakan menilai rivalitas antara SMA 2 Bae dan SMA Al Ma’ruf Kudus di dunia voli yang telah berlangsung sejak lama menjadi contoh sportivitas pelajar.
“Di lapangan kami lawan, tapi di luar kami saudara sesama pecinta voli,” paparnya.
Para juara DVC 2025 menerima uang pembinaan dan medali, dengan rincian Juara 1: Rp1.750.000, Juara 2: Rp1.250.000, Juara 3 bersama: Rp500.000. (J07/A01)










