Jurnalpantura.id, Kudus – Kontingen Kabupaten Kudus harus puas menempati posisi ke-14 dalam klasemen perolehan medali Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus untuk memperbaiki pola pembinaan atlet pelajar ke depan.
Kepala Bidang Olahraga Disdikpora Kudus, Widhoro Heriyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berupaya maksimal selama mengikuti kompetisi tingkat Jawa Tengah tersebut.
Popda Jateng 2026 berlangsung selama enam hari, yakni 1 hingga 6 September 2026. Dalam ajang tersebut, kontingen Kudus berhasil mengoleksi 13 medali emas, 14 perak, dan 32 perunggu.
Meski mampu membawa pulang 59 medali, capaian tersebut belum cukup mengantarkan Kudus ke jajaran daerah dengan peringkat teratas. Kondisi itu menjadi catatan penting bagi Disdikpora untuk melihat kembali efektivitas pembinaan di masing-masing cabang olahraga (cabor).
Widhoro menegaskan, evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap hasil pertandingan, tetapi juga berkaitan dengan proses seleksi dan pengiriman atlet. Ke depan, pihaknya akan mendorong agar atlet yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan dan potensi untuk bersaing.
“Ini menjadi evaluasi bagi Disdikpora maupun cabor ke depannya agar lebih selektif dalam pengiriman atlet. Jadi, bukan hanya mengejar kuantitas atau jumlah atlet yang dikirim, tetapi juga lebih mengutamakan kualitas,” ujarnya.
Menurutnya, capaian yang diraih dalam Popda Jateng 2026 tetap patut diapresiasi. Sebab, para atlet telah menjalani persaingan dengan membawa nama Kabupaten Kudus di tingkat provinsi.
Widhoro juga meminta para atlet tidak menjadikan hasil klasemen sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Sebaliknya, pengalaman bertanding di Popda diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan kemampuan menghadapi kejuaraan selanjutnya.
“Terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berjuang untuk Kudus. Tetap semangat berlatih dan jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” katanya.
Disdikpora Kudus selanjutnya akan mendorong pembinaan yang lebih terarah bersama pengurus masing-masing cabor. Evaluasi diharapkan mampu memetakan kekuatan dan kekurangan atlet sehingga persiapan menghadapi kompetisi berikutnya dapat dilakukan lebih matang.
“Harapannya, prestasi para atlet terus meningkat sehingga ke depan bisa membawa nama baik Kabupaten Kudus di tingkat Jawa Tengah maupun nasional,” imbuhnya.
Pada Popda Jateng 2026, kontingen Kudus diperkuat 377 atlet pelajar. Mereka didampingi 58 ofisial, pelatih, dan pendamping serta turun dalam 23 cabang olahraga.
Dari 13 medali emas yang diraih, prestasi tersebut datang dari sejumlah cabor, di antaranya atletik, bulutangkis, tenis meja, pencak silat, tinju, dan wushu.
Emas atletik diraih melalui nomor trilomba SD putra dan lari 80 meter SMP putri. Dari bulutangkis, Kudus meraih emas pada nomor ganda putri SD dan tunggal putra SMA.
Sementara itu, tenis meja menjadi salah satu penyumbang emas terbanyak. Medali emas diperoleh dari nomor tunggal putra SMP, ganda putra SMP, ganda putra SMA, tunggal putri SMP, serta ganda putri SMA.
Dua emas lainnya berasal dari pencak silat melalui kelas I putra 54–57 kilogram SMP dan kelas A putra 39–43 kilogram SMA. Sementara cabang tinju menyumbangkan emas pada kelas bantamweight SMA putra 51–54 kilogram.
Satu medali emas lainnya dipersembahkan dari cabang wushu melalui nomor Junior B Taolu Nanquan + Nangun SMP.
Selain 13 emas, kontingen Kudus juga mengamankan 14 medali perak. Perolehan tersebut berasal dari atletik, bulutangkis, tenis lapangan, tenis meja, panjat tebing, gulat, tinju, taekwondo, dan senam.
Adapun 32 medali perunggu disumbangkan sejumlah cabor, antara lain angkat besi, atletik, bola voli indoor, sepak bola, tenis lapangan, tenis meja, pencak silat, renang, gulat, judo, tinju, panahan, dan wushu.
Popda Jawa Tengah 2026 sendiri digelar di tiga wilayah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Pati. Hasil yang diperoleh kontingen Kudus akan menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan daya saing atlet pelajar pada ajang berikutnya. (J02/A01)










