110 Tim Ramaikan HYDROPLUS Soccer League 2026/2027, 24 Tim Putri Bersaing di Kudus

- Jurnalis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi-aksi para pemain HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 All-Stars di Supersoccer
Arena, Kudus, Jawa Tengah (Foto:Istimewa)

Aksi-aksi para pemain HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 All-Stars di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Kompetisi sepak bola putri usia muda HYDROPLUS Soccer League 2026/2027 segera bergulir. Memasuki musim kedua, liga yang diselenggarakan Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan HYDROPLUS ini melibatkan total 110 tim kategori U-15 dan U-18 dari lima kota di Indonesia, termasuk Kudus.

Kompetisi akan berlangsung secara bertahap mulai Oktober 2026. Selain Kudus, pertandingan digelar di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Surakarta. Khusus regional Kudus, kompetisi dijadwalkan mulai 25 Oktober 2026.

Kehadiran Kudus sebagai salah satu tuan rumah menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan sepak bola putri di Tanah Air. Musim ini, penyelenggara juga menambahkan Surakarta sebagai kota pelaksanaan baru karena tingginya antusiasme peserta di wilayah Jawa Tengah.

Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan pembagian wilayah penyelenggaraan di Jawa Tengah menjadi Kudus dan Surakarta diharapkan dapat menjangkau lebih banyak tim, termasuk yang berasal dari wilayah selatan Pulau Jawa seperti Yogyakarta.

“Dengan adanya pembagian wilayah ini, kami berharap semakin banyak tim yang mendapatkan kesempatan berkompetisi dan mengembangkan kemampuan,” demikian penjelasan Teddy.

Libatkan 110 Tim di Lima Kota

Pada musim 2026/2027, HYDROPLUS Soccer League menghadirkan persaingan di dua kelompok usia. Jakarta menjadi regional dengan jumlah peserta terbanyak, disusul Bandung, Kudus, Surabaya, dan Surakarta.

Berikut rincian peserta di setiap regional:

– Jakarta: 18 tim U-15 dan 10 tim U-18. Kompetisi dimulai 10 Oktober 2026.
– Bandung: 17 tim U-15 dan 9 tim U-18. Kompetisi dimulai 17 Oktober 2026.
– Surabaya: 13 tim U-15 dan 6 tim U-18. Kompetisi dimulai 18 Oktober 2026.
– Kudus: 15 tim U-15 dan 9 tim U-18. Kompetisi dimulai 25 Oktober 2026.
– Surakarta: 13 tim U-15. Kompetisi dimulai 25 Oktober 2026.

Khusus regional Kudus, sebanyak 24 tim akan bersaing untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, terdiri dari 15 tim U-15 dan sembilan tim U-18.

Jadi Jalur Pembinaan Menuju Timnas

Bergulirnya musim kedua tidak lepas dari capaian penyelenggaraan perdana. Pada musim sebelumnya, kompetisi ini diikuti 1.723 pesepak bola putri dan berhasil mengantarkan 53 pemain mendapatkan kesempatan membela Timnas Indonesia U-16 di ajang Srikandi Merdeka Cup.

Tim Garuda Pertiwi yang diperkuat para pemain jebolan kompetisi tersebut berhasil finis sebagai runner-up dalam turnamen yang diikuti delapan tim dari tujuh negara Asia.

Selain itu, sebanyak 21 pemain jebolan HYDROPLUS Soccer League masuk dalam skuad berisi 23 pemain Timnas Putri Indonesia pada Kualifikasi AFC U-17 2027.

Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza, mengatakan penyelenggaraan kompetisi secara rutin merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat ekosistem sepak bola putri Indonesia.

Baca Juga :  Meriahkan Kemerdekaan, Sanggar Senam ARS Gelar Lomba-lomba

Menurutnya, para pemain muda membutuhkan kesempatan bertanding yang terstruktur agar kemampuan, pengalaman, dan kepercayaan diri mereka terus berkembang.

“Melalui HYDROPLUS Soccer League musim kedua ini, kami ingin memberikan panggung bagi para pesepak bola putri muda untuk bertanding, berkembang, dan menunjukkan potensinya. Sehingga akan terbentuk ekosistem pembinaan yang bisa menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih besar bagi diri mereka dan sepak bola putri Indonesia,” tutur Yose.

Teddy menambahkan, HYDROPLUS Soccer League melengkapi jenjang pembinaan sepak bola putri yang dikembangkan Djarum Foundation. Pembinaan dimulai melalui MilkLife Soccer Challenge untuk kelompok usia U-8, KU-10, dan KU-12, kemudian berlanjut ke HYDROPLUS Soccer League kategori U-15 dan U-18.

Kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan bagi pemain muda untuk menapaki jenjang lebih tinggi, termasuk Indonesia Women’s League, hingga berpeluang memperkuat tim nasional.

Terapkan Regulasi Baru

Untuk meningkatkan profesionalisme kompetisi, penyelenggara juga menerapkan sejumlah regulasi baru pada musim ini.

Di antaranya, kesepakatan antara tim dan orang tua pemain terkait proses rekrutmen serta manfaat yang diterima pemain selama membela tim. Selain itu, kompetisi akan menerapkan jendela transfer pemain pada awal dan pertengahan musim.

Menurut Teddy, aturan tersebut disiapkan agar para pemain tidak hanya mengasah kemampuan di lapangan, tetapi juga mulai mengenal regulasi dan mekanisme dalam industri sepak bola profesional.

Pemain Timnas Rasakan Manfaat Kompetisi

Manfaat kompetisi ini juga dirasakan Nafeeza Ayasha Nori, pemain kelahiran 29 Maret 2011 yang mengikuti HYDROPLUS Soccer League sejak musim perdana.

Nafeeza kini menjadi bagian dari Timnas Putri Indonesia dalam Kualifikasi AFC U-17 2027. Ia turut menjadi bagian dari perjalanan tim yang meraih kemenangan atas Bahrain dan Arab Saudi.

Menurut Nafeeza, kompetisi tersebut memberinya pengalaman bertanding serta kesempatan menghadapi persaingan dengan pemain dari berbagai daerah.

“Dengan adanya HYDROPLUS Soccer League, jelas aku bisa mendapat pengalaman bertanding dan belajar menghadapi persaingan yang ketat untuk mengembangkan kemampuan bermain aku. Dan yang terpenting menurut aku, liga ini juga memiliki peran untuk perjalanan aku menuju tim nasional sekarang ini,” ujarnya.

Pada musim kedua, Nafeeza akan memperkuat Akademi Persib Bandung U-18. Ia berharap dapat meraih prestasi lebih tinggi dengan bekal pengalaman yang diperoleh pada musim sebelumnya.

Bagi penyelenggara, capaian para pemain tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya kompetisi berjenjang dalam menyiapkan pesepak bola putri masa depan. Sementara bagi Kudus, penyelenggaraan regional ini menjadi kesempatan menghadirkan persaingan sepak bola putri usia muda sekaligus memperluas ruang bagi talenta daerah untuk berkembang. (J02/A01)

Berita Terkait

UMKU Silat Star VI Resmi Dibuka, 730 Atlet dari Berbagai Provinsi Siap Bertanding
Sembilan Atlet Terpilih, PB Djarum Lanjutkan Pembinaan Bibit Unggul Bulutangkis
Dramatis! Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Bupati Sam’ani Rayakan Kemenangan Bersama Warga Kudus
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Lewat Charity Match, Sang Surya FC dan Lazismu Kudus Galang Bantuan untuk Warga
BRI Dukung Kejurkab Bupati Cup 2026, Dorong Semangat dan Prestasi Basket Pelajar Kabupaten Demak
Memburu Tiket ke PB Djarum, 1.601 Pebulutangkis Muda Bertarung di Kudus
Kudus Finis Peringkat 14 Popda Jateng 2026, Disdikpora Evaluasi Pembinaan Atlet
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:14 WIB

UMKU Silat Star VI Resmi Dibuka, 730 Atlet dari Berbagai Provinsi Siap Bertanding

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Sembilan Atlet Terpilih, PB Djarum Lanjutkan Pembinaan Bibit Unggul Bulutangkis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:26 WIB

110 Tim Ramaikan HYDROPLUS Soccer League 2026/2027, 24 Tim Putri Bersaing di Kudus

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:08 WIB

Dramatis! Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Bupati Sam’ani Rayakan Kemenangan Bersama Warga Kudus

Minggu, 27 September 2026 - 11:39 WIB

Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan

Berita Terbaru

ASN berbelanja di Pasar Kliwon, Kudus. (Foto: J05)

Pemerintahan

Gerakan Belanja ASN Kudus Belum Optimal, BKPSDM Ungkap Kendalanya

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:34 WIB

Foto: Lokasi TKP Konter HP. Foto: ist

Peristiwa

Pria Asal Demak Ditemukan Meninggal di Dalam Konter HP di Kudus

Jumat, 16 Okt 2026 - 15:46 WIB