Jurnalpantura.id, Kudus – Setelah resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kudus oleh Pj Gubernur Jawa Tengah pada Senin (13/01/2025) pagi, Herda Helmijaya langsung menuju Kabupaten Kudus pada sore harinya.
Tiba sekitar pukul 16.39 WIB, Herda bersama istrinya, Deasy Juniati, disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti, di Pendapa Kabupaten Kudus.
Kedatangan Herda di Pendapa Kudus diwarnai suasana religius dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan pembacaan tahlil. Tidak hanya menyaksikan, Herda turut serta dalam tahlilan yang berlangsung di ruang tengah Pendapa.
“Saya sangat bersyukur bisa berada di Kudus dan mengemban amanah ini. Semoga kehadiran saya, meski singkat, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Herda.
Herda menyatakan, masa jabatannya sebagai Pj Bupati Kudus akan berlangsung hingga pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kudus definitif, Sam’ani Intakoris dan Bellinda Putri Sabrina Birton. Dalam keterangannya, ia menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk menciptakan kemajuan di Kudus.
“Tidak ada pekerjaan yang berhasil tanpa kerja sama. Saya berharap semua pihak di Kudus mendukung saya untuk membangun Kabupaten Kudus yang lebih baik,” tambahnya.
Pengalaman dan Refleksi dari Daerah Lain
Sebelum menjabat sebagai Pj Bupati Kudus, Herda Helmijaya pernah menjadi Pj Bupati Nagekeo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyampaikan perbedaan yang signifikan antara kedua daerah, terutama dari segi demografi dan budaya. Jika di Nagekeo mayoritas penduduknya beragama Kristen, Kudus dikenal sebagai Kota Santri dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
“Namun, di mana pun tempatnya, semua tetap bagian dari Indonesia. Saya bersyukur bisa mengenal berbagai wilayah dengan adat istiadat yang berbeda,” ungkapnya.
Herda juga mengapresiasi sambutan yang diberikan oleh pemerintah daerah, para kiai, dan ulama di Kudus. Lantunan Al-Qur’an dan tahlil yang menyambut kedatangannya disebutnya sebagai bekal spiritual yang berharga dalam menjalankan tugas.
“Hal ini memberikan energi spiritual bagi saya untuk terus mengabdi dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Tiga Prinsip Penting Herda Helmijaya
Dalam menjalankan tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Herda memiliki tiga prinsip yang selalu dipegang teguh:
- Tidak Menolak Perintah yang Sesuai Hukum
Herda memastikan akan menjalankan setiap perintah atasan selama tidak bertentangan dengan hukum dan peraturan perundang-undangan. - Memberikan yang Terbaik di Tempat Tugas
Di manapun ia bertugas, Herda berkomitmen memberikan kontribusi terbaiknya. - Menjaga Silaturahmi dengan Daerah Tugas Sebelumnya
Herda berupaya menjalin hubungan baik dengan daerah tempat ia pernah bertugas, termasuk masyarakat Nagekeo.
“Saya berharap tiga prinsip ini dapat saya terapkan di Kudus. Dengan dukungan semua pihak, insyaallah kita bisa membawa Kudus menuju kemajuan,” harapnya.
Herda juga membuka diri terhadap masukan dan kritik demi menjalankan tugasnya dengan maksimal. Ia bertekad memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Kudus, meskipun waktu tugasnya singkat.
“Sesingkat apapun masa tugas saya, insyaallah hal terbaik yang akan saya lakukan untuk Kudus,” pungkasnya. (J06/A01)










