Jurnalpantura.id, Kudus – Viral vidio kecelakaan beruntun antara Ambulance dengan Mobil pribadi yang tersebar di media sosial dengan keterangan yang menyudutkan.
Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 (Tim Kamboja) dari Muhammadiyah Disaster Manajement Center (MDMC) dan RS ‘Aisiyah Kudus akhirnya buka suara terkait video viral kecelakaan di Jalan Kudus – Purwodadi, turut Desa Ngemplak, Undaan Kudus.
Dihadapan awak media, Ketua Tim Kamboja membantah tegas jika sopir ambulance ugal-ugalan.
Ketua Tim Kamboja, Satrio Yudo Budi Wicaksono membantah tegas tuduhan sopir ambulance berkendara secara ugal-ugalan di Jalan Kudus – Purwodadi.
“Kita tahu sendiri, jalanan di sana sempit dan padat, Gimana mau ugal-ugalan,”kata Satrio Yudo Budi Wicaksono pada awak media, Selasa, 06/07/2021.

Sebelum kecelakaan Satrio mengaku pihaknya mengendarai ambulance dengan kecepatan sedang.
“Siang itu, Ahad 05/07 kami habis megantar dan memakamkan jenazah Covid-19 di Purwodadi. Setalah dari Purwodadi, jam 2 harusnya kami sudah sampai di RSUD Kudus untuk mengambil jenazah satu lagi,” jelasnya.
Dalam perjalanan pulang, rombongn Ambulance dari RS ‘Aisyiyah, MDMC dan LazisMu dari Purwodadi menuju RSUD dr Loekmono Hadi, kondisi Jalan Kudus – Purwodadi sedang padat.
Sesampainya di Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan ada sebuah truk yang akan belok.
“Sopir truk itu mau belok tapi ragu-ragu,” imbuhnya.
Di belakang truk tersebut melaju sebuah mobil Pajero, disusul Inova hitam. Dibelakang kedua mobil itu melaju iring-iringan ambulance Tim Kamboja.
“Truknya mau belok ragu-ragu. Lalu mobil Pajero dibelakangnya ngerem mendadak. Mobil Inova dibelakangnya juga ngerem mendadak, termasuk kita juga itungannya korban,” katanya.
Tabrakan beruntun tersebut mengakibatkan mobil Inova dan ambulance RS ‘Aisyiyah ringsek.
Bahkan sopir ambulance RS ‘Aisyiyah harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami syok dan sesak napas.
Terkait ucapan pria perekam video viral yang mengatakan jika salah satu ambulance meninggalkan lokasi kecelakaan. Satrio dengan tegas membantah hal tersebut.
“Sopir ambulance RS Aisyiyah syok dan sesak napas, lalu kami bawa ke ambulance belakang. Kebetulan di sana ada dokter yang memeriksa,” ungkapnya.
“Dari pemeriksaan dokter, sopir ambulance harus dirujuk ke rumah sakit. Makanya kami gunakan ambulance untuk mengantar sopir tersebut ke RS Aisyiyah,” imbuhnya.
Saat ini, Satrio mengatakan kasus kecelakaan beruntun tersebut sudah diselesaikan dengan kekeluargaan. Ganti rugi kerusakan mobil Inova hitan pun telah dilakukan pihaknya.
“Sudah selesai. Kemarin kami selesaikan secara kekeluargaan di Polsek Undaan,” pungkasnya.
Terkait vidio yang telah beredar luas dengan keterangan di vidio yang menyudutkan timnya, Satrio berharap agar masyarakat tidak dengan mudah membagikan sesuatu yang belum jelas.
“Kami imbau masyarakat untuk tidak membagikan sesuatu yang belum tahu jelas atau kronologi pastinya, apalagi yang sudah tersebar itu tidak sesuai dengan realita,”harapnya. (J02/A01)










