Tembakau Produk Lokal Kudus ini Turut Ramaikan Pasar Tingwe

- Jurnalis

Kamis, 22 Agustus 2024 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses rajang tembakau produksi lokal asal Dersalam Kudus

Proses rajang tembakau produksi lokal asal Dersalam Kudus

Jurnalpantura.id, Kudus – Di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, kegiatan produksi pemotongan tembakau berlangsung aktif. Salah satu warga, yang juga pemilik Perusahaan Rokok (PR) Gambang Sutra, Ifa Liku Romansyah, menjalankan proses rajang tembakau dengan sistem yang efisien dan terorganisir.

Setiap malam, sejak pukul 20.00, puluhan karyawan mulai merajang tembakau dengan menggunakan tiga mesin pemotong.

Ifa menjelaskan bahwa sebelum proses rajang dilakukan, tembakau telah melalui tahap pemanenan. “Daun tembakau yang dipilih harus sudah tua dan menguning untuk memastikan kualitas rasa yang lebih kuat,” ujarnya pada Selasa malam, 20 Agustus 2024.

Pemilihan waktu malam sebagai waktu kerja pun bukan tanpa alasan. Ifa menuturkan, “Kami sengaja memotong tembakau di malam hari untuk menghindari embun dan sinar matahari yang bisa merusak kualitas daun tembakau.”

PR Gambang Sutra memproduksi dua jenis tembakau, yakni tembakau kering dan basah. Tembakau kering digunakan untuk rokok sigaret kretek putih (SPM), sedangkan tembakau basah diproses menjadi sigaret kretek tangan (SKT).

Baca Juga :  Hartopo Sebut Produk Unggul Kudus Tak Kalah Saing di Skala Nasional

Produk andalan PR Gambang Sutra adalah Camlok Sigaret Tingwe (Linting Dewe), yang dipasarkan dalam kemasan mulai dari 50 gram hingga 1 kilogram. Produk ini sudah tersebar di berbagai toko tembakau di Kudus dan juga dipasarkan ke seluruh Indonesia.

“Jika ada yang ingin mencoba tembakau Camlok, bisa langsung mencarinya di distributor terdekat,” ujar Ifa.

Dengan mengandalkan bahan baku lokal dari Kudus, Ifa berharap produk Camlok dapat memeriahkan pasar tingwe (linting sendiri) di Indonesia, sekaligus mengenalkan cita rasa khas Kudus kepada para penikmat tingwe.

“Ke depan, kami ingin terus berinovasi dan mendukung perkembangan dunia tingwe dengan produk berkualitas yang diolah dari bahan baku lokal,” tutupnya penuh harap. (J06/A01)

Berita Terkait

Transaksi Tembus Rp 65 Juta, Galeri Dekranasda Kudus Jadi Etalase UMKM Lokal
UMKM Kudus Didorong Makin Kreatif, Dekranasda Siapkan Strategi Perluasan Pasar
Srikandi Fair Semarakkan HUT ke-81 RI, UMKM Kudus Ikut Kebanjiran Berkah
BRI BO Demak Serahkan Tenant UMKM kepada UMKM Binaan dalam Kegiatan Demang Ngantor Deso di Desa Jragung
UMKM Naik Kelas: Dari Kebun ke Inovasi Produk, Pelatihan Olahan Pisang Bernilai Jual Tinggi
Hadapi Dampak Kenaikan BBM, Pemkab Kudus Perkuat Gerakan Pangan Murah
Oktober 2026 Jadi Batas Akhir, Produk UMKM Tanpa Sertifikat Halal Terancam Diawasi
Ngopi Sambil Menikmati Senja, Kopi Rawa Jadi Tempat Singgah Favorit di Jalur Pati-Kudus
Berita ini 671 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 12:11 WIB

Transaksi Tembus Rp 65 Juta, Galeri Dekranasda Kudus Jadi Etalase UMKM Lokal

Senin, 14 September 2026 - 15:38 WIB

UMKM Kudus Didorong Makin Kreatif, Dekranasda Siapkan Strategi Perluasan Pasar

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Srikandi Fair Semarakkan HUT ke-81 RI, UMKM Kudus Ikut Kebanjiran Berkah

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:55 WIB

BRI BO Demak Serahkan Tenant UMKM kepada UMKM Binaan dalam Kegiatan Demang Ngantor Deso di Desa Jragung

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:04 WIB

UMKM Naik Kelas: Dari Kebun ke Inovasi Produk, Pelatihan Olahan Pisang Bernilai Jual Tinggi

Berita Terbaru