Jurnalpantura.id, Kudus – Lahan eks Gedung Ngasirah diminati oleh salah satu investor untuk didirikan swalayan Goori.
Lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali seluas 900 meter persegi yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Rendeng, Kecamatan Kota oleh investor bakal dibangun swalayan dengan tiga lantai.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Harso Widodo menyebut, Ada investor yang minat itu dari swalayan Goori.
“Kemarin dari pihak investor yakni Swalayan Goori sudah melakukan survey,” kata Harso Widodo usai Sertijab Bupati-Wakil Bupati Kudus di Pendopo, Senin 03/03/2025.
Harso mengatakan, meski akan dibangun sebagai swalayan, pihaknya ingin agar harus ada tambahan gedung pertemuan juga.
“Karena Gedung Ngasirah itu ada sejarah gedung pertemuan, harapan kami itu dalam rencana Detail Engineering Desain (DED) harus ada gedung pertemuannya. Jadi kami tidak ingin menghilangkan khas nuansa Ngasirahnya sebagai gedung pertemuan,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada investor untuk bisa melakukan pembenahan DED agar bisa sejalan dengan keinginan Pemkab Kudus.
“Rencana mereka (investor) akan kolaborasi dengan beberapa owner. Sebenarnya mereka memang belum siap terkait harus ada gedung pertemuan ini, karena ide itu murni dari Pemkab Kudus. Kami sudah ketemu dan merapatkan, tapi kami minta ada pembenahan DED nya,” terangnya.
Lebih lanjut, jika sudah ada pembenahan DED, pihaknya akan segera melakukan penyesuaian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan perijinan, IMB, amdal dan lain sebagainya agar bisa sesuai dengan gambaran Pemkab Kudus.
“Kami sudah minta investor itu untuk mematangkan sekalian rencananya. Jadi apa yang mereka rencanakan kami bisa menghitung ketentuan syarat tambahan apa saja yang bisa kami akan bantu,” jelasnya.
Pihaknya pun berharap lahan eks Gedung Ngasirah yang mulai diminati investor ini bisa secepatnya dibangun agar bisa membantu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
“Semoga Bupati Kudus Bapak Sam’ani bisa mengambil kebijakan untuk meningkatkan PAD dimana efisiensi anggaran yang sedang kita alami,” ungkapnya. (J02/A01)










