Jurnalpantura.id, Kudus — Capaian investasi di Kabupaten Kudus hingga akhir Juni 2025 (triwulan kedua) telah mencapai Rp 719,63 miliar, yang setara dengan 65,4 persen dari total target investasi tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 1,1 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kudus, Muhammad Fitriyanto, mengungkapkan bahwa sektor yang paling mendominasi capaian tersebut adalah industri dan makanan olahan.
Melihat realisasi hingga pertengahan tahun, DPMPTSP optimis target Rp 1,1 triliun yang diberikan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dapat tercapai sepenuhnya hingga akhir tahun 2025.
Target tahun ini sendiri mengalami sedikit peningkatan dari target tahun 2024 yang senilai Rp 1 triliun.
“Kami optimis sampai akhir tahun target investasi tahun 2025 sebesar Rp 1,1 triliun dapat tercapai,” tegas Fitriyanto pada Jumat (17/10/2025).
Untuk mewujudkan target tersebut, DPMPTSP melakukan berbagai upaya, meliputi promosi intensif kepada pelaku usaha, mempermudah proses perizinan investasi, serta memberikan pendampingan perizinan dari awal hingga selesai.
Selain capaian yang sudah ada, DPMPTSP juga tengah gencar mempersiapkan dan menawarkan sejumlah peluang proyek investasi bernilai ratusan miliar di Kudus.
Proyek-proyek tersebut antara lain, Ngasirah Square di Desa Rendeng diperkirakan bernilai Rp 135 miliar.
Kemudian Tambak Ikan Air Tawar Terpadu di Desa Gulang, Mejobo, senilai Rp 68 miliar. Pusat Ekonomi dan Pariwisata Baru di Desa Getas Pejatan, Jati senilai Rp 45 miliar.
Lalu ada Rest Area dan Wisata Air Tanjung Karang, Jati senilai Rp 19 miliar dan pembangunan Gedung Eks SMP 3 Kudus senilai Rp 8 miliar (3 lantai) hingga Rp 10 miliar (4 lantai).
Fitriyanto menyebutkan bahwa di antara proyek-proyek tersebut, yang sudah mulai terlihat progresnya adalah pembangunan Ngasirah Square. Sementara proyek lainnya masih dalam tahap penawaran kepada para investor. (J03/A01)










