Jurnalpantura.id, Kudus – Seorang pendaki Gunung Muria jalur Argopiloso, Kabupaten Kudus, dilaporkan terjatuh ke jurang sedalam 100 meter lebih saat melakukan pendakian pada Kamis 14/05/2026 dini hari.
Korban berinisial J (20), warga Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami patah tulang kaki.
Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, saat diwawancarai Kamis (14/5/2026), menjelaskan kejadian tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 08.00 WIB.
Ia menerangkan, korban bersama dua rekannya berangkat mendaki Gunung Muria sekitar pukul 03.00 WIB dengan tujuan menikmati matahari terbit di puncak Argopiloso melalui pendakian tektok.
“Tiga pendaki berangkat menggunakan dua sepeda motor dan tiba di kawasan Rejenu sekitar pukul 03.10 WIB. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju puncak,” ujarnya.
Dalam perjalanan menuju puncak, tepatnya di tanjakan di atas Pos 4, J diduga mengalami kelelahan saat melintasi jalur akar pohon. Kondisi itu membuat konsentrasinya menurun hingga akhirnya terpeleset dan jatuh ke jurang.
“Korban diduga kehilangan konsentrasi karena kelelahan saat berada di jalur tanjakan. Korban kemudian terjatuh ke jurang dengan kedalaman kurang lebih 40 meter,” kata Ahmad Munaji.
Dua rekan korban, yakni AFF (17), pelajar asal Kecamatan Jati, serta Z (20), warga Kecamatan Mejobo, sempat berupaya memberikan pertolongan. Mereka memanggil nama korban dan masih mendapatkan respons dari bawah jurang.
Selanjutnya, salah satu saksi tetap berada di lokasi untuk memantau kondisi korban, sementara saksi lainnya turun menuju basecamp guna meminta bantuan kepada warga dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak desa serta BPBD Kudus.
Mendapat laporan tersebut, tim BPBD Kudus yang dipimpin Kabid Kedaruratan BPBD Kudus Any Wilianti bersama Kasi Kedaruratan Ahmad Munaji langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi.
Sekitar pukul 10.00 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan sadar dan selamat. Namun korban mengalami luka patah tulang pada bagian kaki akibat terjatuh dari jalur pendakian.
“Korban ditemukan selamat dan langsung dilakukan penanganan evakuasi oleh tim gabungan untuk dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.
Proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas Pos SAR Jepara, Satgas Destana Japan, BPBD Kudus, FRPB Kudus, MDMC Kudus, SAR LPBI NU, GRI Unit Kudus, Badak Rescue, Mapala, TNI/Polri, Puskesmas Rejosari, relawan, serta warga sekitar. (J02/A01)










