Jurnalpantura.id, Pati – Pemerintah Kabupaten Pati bergerak cepat merespons bencana rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bantuan material dan perlengkapan senilai sekitar Rp60 juta telah dikirimkan untuk mendukung upaya penanganan darurat di wilayah terdampak.
Plt Bupati Pati, Candra menjelaskan, bantuan tersebut merupakan langkah awal yang dilakukan pemerintah daerah guna mengurangi dampak rob yang hingga kini masih terjadi di kawasan pesisir tersebut. Berbagai kebutuhan penanganan darurat, termasuk bambu dan perlengkapan pendukung lainnya, telah disalurkan ke lokasi.
“Untuk penanganan yang sifatnya mendesak kami sudah berkoordinasi dengan BPBD. Kemarin bambu dan peralatan lainnya sekitar Rp60 juta sudah dikirimkan ke sana,” ujarnya.
Meski bantuan telah tersedia di lokasi, proses pengerjaan penanganan sementara belum dapat dilakukan secara optimal. Kondisi rob yang masih menggenangi sejumlah titik membuat pekerjaan di lapangan harus menunggu situasi lebih memungkinkan.
Menurutnya, pelaksanaan penanganan fisik baru dapat dilakukan setelah air rob surut sehingga aktivitas perbaikan dan pemasangan material bisa berjalan dengan efektif.
“Hanya saja untuk penanganannya masih menunggu kondisi tidak rob karena sekarang belum bisa ditangani,” katanya.
Selain fokus pada penanganan darurat, Pemkab Pati juga telah melaporkan dampak rob yang dirasakan masyarakat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Laporan tersebut terutama berkaitan dengan kerugian yang dialami para petambak akibat genangan air laut.
Rob yang terjadi di kawasan pesisir Tayu diketahui berdampak pada sejumlah area tambak warga. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas budidaya serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan tambak.
Pemerintah Kabupaten Pati berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi sehingga penanganan rob maupun pemulihan dampaknya terhadap masyarakat pesisir dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, diharapkan kondisi di Desa Tunggulsari dapat segera tertangani dan aktivitas warga kembali normal. (J02/A01)










