Pemdes Padurenan Pukau Lomba Desa di Kudus dengan Produk Lokal Kualitas Ekspor

- Jurnalis

Senin, 27 Maret 2023 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produk masyarakat di Desa Padurenan dipamerkan dalam Lomba Desa Kabupaten Kudus. (Foto:Istimewa)

Produk masyarakat di Desa Padurenan dipamerkan dalam Lomba Desa Kabupaten Kudus. (Foto:Istimewa)

Jurnalpantura.id, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo mengacungi jempol atas upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, dalam memulihkan perekonomian masyarakat. Pasalnya, adanya UMKM turut memberdayakan masyarakat dan produknya sudah diekspor ke seluruh Indonesia.

“Luar biasa UMKM yang ada di Desa Padurenan. Kualitas ekspor semua. Semua produknya berkelas,” ucapnya saat membuka Penilaian Perlombaan Desa di Desa Padurenan, Gebog, Senin (27/3/2023).

Hartopo yang hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo juga terkesan dengan makanan jadul yang masih tersedia di Desa Padurenan. Ini menjadi bukti masyarakat Desa Padurenan berhasil melestarikan kearifan lokal.

“Saya takjub, ada makanan jadul yang sudah jarang ada. Beberapa ada yang jadi favorit saya itu,” terangnya.

Lebih lanjut, bupati menilai perekonomian Desa Padurenan berhasil bangkit setelah pandemi dua tahun terakhir. Program prioritas seperti menurunkan angka stunting juga sudah dilaksanakan.

Hartopo meminta seluruh kebijakan yang baik terus ditingkatkan. Sehingga Desa Padurenan ke depan bisa menjadi desa mandiri.

Baca Juga :  Dongkrak PAD 2027, Terminal Colo Kudus Bakal Dipercantik Jadi Tempat Kongkow

“Pemulihan ekonominya sudah bagus, tinggal dilanjutkan. Semoga ke depan bisa menjadi desa mandiri,” ungkapnya.

Guna mengapresiasi upaya pemerintah desa mengembangkan potensi wilayahnya, Hartopo menyiapkan penghargaan khusus bagi pemenang lomba desa. Pihaknya menganggarkan bantuan khusus ratusan juta melalui APBD Perubahan 2023.

Di antaranya pemenang pertama mendapatkan 200 juta rupiah. Kemudian pemenang kedua menerima 150 juta rupiah dan pemenang ketiga menerima sebesar 100 juta rupiah.

Sementara itu, Kepala Desa Padurenan Thoni Hermawan mengungkapkan desa memiliki berbagai UMKM yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Seperti bordir, meubel, maupun rokok herbal.

Beberapa kuliner khas Padurenan seperti pecel daun telo gendruwo, geplak sari, dan minuman mangler juga masih eksis. Thoni juga menjelaskan 10 program PKK telah dimaksimalkan.

“Setelah badai pandemi, memang UMKM paling berdampak. Tapi kami berupaya bangkit dan terus menjalankan program yang mendukung arahan dari Pak Bupati,” paparnya. (J05/A01)

Berita Terkait

BPS: Inflasi Tahunan Kudus 3,16 Persen, Sedikit di Bawah Jateng
Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II
Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman
Nilai Ekspor Kudus Capai Rp400 Miliar, Pemkab Bidik Lebih Banyak Pelaku Usaha Go Global
Kudus Mulai Bidik Pasar Dunia, Pelaku Usaha Dibekali Pengetahuan Ekspor
Tunggakan Retribusi Pasar Jadi Beban PAD Kudus, Nilainya Capai Rp 7,6 Miliar
Kodim Kudus Gelar Event Endurance Rayakan HUT TNI, Puluhan Tim Pelajar dan Jurnalis Adu Ketangguhan
Konser Guyon Waton di Simpang 7 Kudus, Satlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:09 WIB

BPS: Inflasi Tahunan Kudus 3,16 Persen, Sedikit di Bawah Jateng

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Enam Peserta Kudus Ukir Prestasi di MTQ Nasional 2026, Jateng Catat Sejarah Juara Umum II

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Lukisan Garam Terbesar di Dunia Bakal Dibuat di Dasun Rembang, Libatkan 20 Seniman

Selasa, 29 September 2026 - 15:29 WIB

Nilai Ekspor Kudus Capai Rp400 Miliar, Pemkab Bidik Lebih Banyak Pelaku Usaha Go Global

Selasa, 29 September 2026 - 15:02 WIB

Kudus Mulai Bidik Pasar Dunia, Pelaku Usaha Dibekali Pengetahuan Ekspor

Berita Terbaru