JurnalPantura.id, Kudus – Sebanyak 21 siswa dari MTs Matholiul Falah, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, mengikuti pelatihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam rangka persiapan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang akan digelar 17 Agustus 2025 mendatang.
Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 yang dilaksanakan di Desa Kandangmas dan melibatkan personel dari Kodim 0722/Kudus.
Latihan dipimpin langsung oleh tiga anggota TNI, yaitu Sertu Said, Sertu Sukoco, dan Serda Alfian. Materi yang diberikan meliputi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), teknik pengibaran bendera, formasi pasukan, serta pembinaan mental dan disiplin.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Selain meningkatkan disiplin, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan nasionalisme,” ujar Sertu Said di sela latihan, Selasa (30/7/2025).
Para peserta yang terdiri dari siswa kelas VIII dan IX tersebut akan berlatih setiap hari hingga menjelang hari pelaksanaan upacara. Upacara peringatan kemerdekaan rencananya akan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kandangmas sebagai Inspektur Upacara.
Kepala MTs Matholiul Falah, Muklis, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dan membentuk karakter siswa secara langsung.
“Ini bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga pembelajaran karakter. Anak-anak kami sangat termotivasi. Banyak dari mereka yang bercita-cita menjadi prajurit TNI atau pemimpin di masa depan,” ujar Muklis.
Salah satu peserta, Laila M Mubaroka, siswi kelas IX yang ditunjuk sebagai Komandan Upacara, mengungkapkan rasa bangganya bisa dilatih langsung oleh personel TNI. Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran mengenai disiplin, ketegasan, dan tanggung jawab.
Program pelatihan Paskibra ini akan berlangsung hingga penutupan kegiatan TMMD pada pertengahan Agustus. Selama lebih dari dua minggu, para siswa akan digembleng secara fisik dan mental dalam rangka membentuk pribadi yang tangguh dan nasionalis.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan karakter. Di tengah tantangan era digital, pelatihan semacam ini dianggap penting sebagai upaya membangun semangat kebangsaan dan kedisiplinan sejak dini. (J07/A01)










