Jurnalpantura.id, Kudus – Kepolisian Resor (Polres) Kudus menyiagakan ratusan personilnya untuk mengamankan tradisi Syawalan atau lebih dikenal dengan Bodo Kupat.
Tradisi Bodo Kupat di wilayah Kabupaten Kudus digelar setiap H+7 hari raya Idul fitri. Tradisi itu turun temurun sejak zaman dulu dan tersebar di beberapa wilayah
Tercatat ada beberapa desa yang menggelar tradisi Bodo Kupat, seperti Bulusan di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Sendang Jodo di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Sewu Kupat di Desa Colo Kecamatan Dawe, Lomban Perahu di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo.
Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan serta menjaga kondisifitas selama Bodo Kupat, Polres Kudus menyiagakan personil di sejumlah lokasi yang diperkirakan akan didatangi banyak pengunjung.

Wakapolres Kudus, Kompol Satya Adi Nugraha menyampaikan bahwa setidaknya ada sekitar 500 personel kepolisian yang disiagakan untuk menjaga kondusifitas wilayah selama Bodo Kupat.
“Bodo Kupat ini kan serentak, baik di Mejobo, Jekulo, dan lainnya. Jadi hampir 500 personel kita siapkan semua untuk melakukan pengamanan selama tradisi berlangsung, termasuk mengatur arus lalu lintas,” ujar Kompol Satya melalui sambungan telepon siang ini, Senin, 15/04/2024.
Pengamanan selama Badha Kupat ini juga telah dikoordinasikan dengan stakeholder terkait lainnya. Menurut Wakapolres, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Satpol-PP, panitia acara serta pihak lainnya siap berkontribusi menjaga kondisifitas wilayah Kudus selama tradisi Badha Kupat berlangsung.
“Tentunya kita bekerja sama dengan stakeholder lainnya, karena ini tradisi masyarakat Kudus,” ujarnya.
Di samping itu, Kompol Satya menghimbau agar pelaksanaan tradisi Bodo Kupat di Kudus dipersiapkan dengan baik. Sehingga perayaan Bodo Kupat bisa berjalan dengan aman serta lancar. (J02/A01)










