Jurnalpantura.id, Kudus – Area rumah penjaga Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) Ploso yang berada di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus dipasangi garis polisi atau police line usai ditemukan paket kardus mencurigakan pada Rabu pagi, 20/5/2026.
Paket kardus itu pertama kali diketahui sekitar pukul 06.25 WIB. Seorang pendeta melaporkan kepada pemerintah desa setempat setelah melihat seseorang tak dikenal mengenakan helm meletakkan sebuah kardus di area rumah penjaga gereja pada pagi hari.
Karena tidak diketahui pemilik maupun isi paket tersebut, pihak gereja kemudian menganggapnya sebagai barang mencurigakan.
“Kejadiannya tadi pukul 06.25 WIB, ada seorang pendeta melapor kepada kami kalau ada orang menaruh kardus pagi-pagi memakai helm. Setelah itu sempat ditanyakan ke grup gereja, tetapi tidak ada yang mengonfirmasi kepemilikan kardus tersebut,” ujar Kepala Desa Ploso, Mas’ud.
Setelah menerima laporan, Mas’ud kemudian meminta penjaga gereja agar segera menghubungi kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Polisi pun datang ke lokasi dan langsung memasang police line di sekitar area penemuan paket guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Menurutnya, pembukaan paket tersebut juga sebaiknya dilakukan dengan prosedur sesuai standar operasional penanganan benda mencurigakan agar keamanan warga dan jemaat tetap terjaga.
“Dugaan nya kita ngga tahu, barangkali namanya gereja kan apalagi mau ada Hari Besar. Jadi khawatir, was-was kalau ada barang mencurigakan,” tandasnya.
Hingga kini, belum diketahui pasti isi maupun tujuan peletakan kardus tersebut. Mas’ud mengaku baru pertama kali mengalami kejadian semacam ini.
“Selama ini belum ada yang seperti, baru kali ini,” tambahnya.
Mereka berharap situasi segera aman dan masyarakat diminta tetap tenang sambil menunggu hasil pemeriksaan dari aparat kepolisian. (J05/A01)










