PAD Sektor Pariwisata Kudus 2025 Meleset dari Target, Ini Penyebabnya

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lokasi wisata speedboat logung di Kandangmas Kudus. (Foto: JP)

Foto: Lokasi wisata speedboat logung di Kandangmas Kudus. (Foto: JP)

Jurnalpantura.id, Kudus – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pengelolaan kekayaan daerah yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus pada tahun 2025 tidak mampu mencapai target yang telah ditetapkan.

Dari target sebesar Rp 3,8 miliar, realisasi pendapatan hanya mencapai sekitar 95 persen atau Rp 3,5 miliar, terhitung sejak Januari hingga Desember 2025.

Dari sejumlah pos pendapatan yang ditetapkan, hanya retribusi penginapan yang berhasil melampaui target. Sementara pos lainnya masih berada di bawah target yang telah dicanangkan oleh pemerintah daerah.

Secara rinci, retribusi pemanfaatan aset daerah ditargetkan sebesar Rp 445 juta dan terealisasi Rp 422 juta atau 95 persen. Retribusi parkir ditargetkan Rp 365 juta, namun hanya tercapai Rp 310 juta atau sekitar 85 persen.

Sementara itu, retribusi penginapan justru mencapai Rp 350 juta atau 110 persen dari target Rp 319 juta.Untuk retribusi tempat rekreasi dan olahraga, realisasi pendapatan tercatat sebesar Rp 2,3 miliar atau 87 persen dari target Rp 2,7 miliar.

Adapun pendapatan dari portal Colo mencapai Rp 1,8 miliar atau 95 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1,9 miliar.

Baca Juga :  Bupati Demak Kunjungi Agro Wisata Petik Jambu Kristal yang Lagi Viral di Jerukgulung

Sekretaris Dinas (Sekdin) Disbudpar Kabupaten Kudus, Agus Susanto, menilai target PAD yang dibebankan kepada Disbudpar pada tahun 2025 terlalu tinggi. Menurutnya, potensi riil yang dimiliki Disbudpar hanya mampu mencapai sekitar Rp 3,5 miliar.

“Target PAD kita (Disbudpar) terlalu tinggi. Karena potensi kemampuan kita hanya mampu mencapai Rp 3,5 miliar,” beber Agus saat ditemui di kantor Disbudpar Kabupaten Kudus, Rabu 7/1/2026.

Ia menjelaskan, tidak tercapainya target PAD dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Selain target yang dinilai terlalu besar, sejumlah destinasi wisata di Kudus juga dianggap kurang ramah bagi wisatawan. Penataan kawasan wisata yang belum representatif turut menjadi penyebab rendahnya minat kunjungan.

Untuk meningkatkan capaian PAD ke depan, Disbudpar berencana melakukan penataan ulang sejumlah destinasi wisata. Salah satunya di kawasan wisata religi Colo, dengan membongkar dan membangun ulang tangga menuju Makam Sunan Muria serta menambah pos pelayanan.

“Intinya penataan harus kita perbaiki agar wisata di Kudus lebih ramah wisatawan. Saat ini kami juga berkoordinasi dengan Yayasan Sunan Muria agar semua aspek bisa dibenahi,” pungkasnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Bupati Kudus Ingin Kompleks Menara Kudus Jadi “Desa Penglipuran”-nya Jawa Tengah
Grand Final Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus 2025 Meriah, Maulana dan Bilqis Raih Gelar Juara
Bupati Kudus Bakal Gelar Retret untuk ASN di Pijar Park
Konsultasi Publik RKPD 2026, BP2D Kudus Usulkan Rest Area dan Penguatan Pariwisata
KEK Kudus Gelar Rapat Koordinasi, Fokus pada Program Ekonomi Kreatif 2025
Berhasil dengan Kopi Muria, Disbudpar Kudus Mulai Rancang Pengembangan Potensi Rempah di Lereng Muria
Pameran Temporer di Museum Kretek Kudus Resmi Dibuka, Kenang Sejarah dan Budaya Kretek
Ramaikan Akhir Pekan, Pameran Temporer “Kretek dalam Peta Kebangsaan” Digelar di Museum Kretek
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:53 WIB

PAD Sektor Pariwisata Kudus 2025 Meleset dari Target, Ini Penyebabnya

Minggu, 2 November 2025 - 13:37 WIB

Bupati Kudus Ingin Kompleks Menara Kudus Jadi “Desa Penglipuran”-nya Jawa Tengah

Minggu, 15 Juni 2025 - 10:54 WIB

Grand Final Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus 2025 Meriah, Maulana dan Bilqis Raih Gelar Juara

Sabtu, 15 Maret 2025 - 16:38 WIB

Bupati Kudus Bakal Gelar Retret untuk ASN di Pijar Park

Rabu, 22 Januari 2025 - 16:03 WIB

Konsultasi Publik RKPD 2026, BP2D Kudus Usulkan Rest Area dan Penguatan Pariwisata

Berita Terbaru