Jurnalpantura.id, Kudus – Sekitar 50 bilah gamelan di SMP Satu Atap (Satap) Undaan, Kabupaten Kudus, raib diduga digondol maling.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang guru pada Senin pagi, 18/5/2026, saat hendak mempersiapkan latihan karawitan bersama siswa.
Latihan itu rencananya digelar untuk persiapan acara pelepasan siswa kelas IX yang akan berlangsung pada Kamis, 21/5/2026 mendatang.
Namun saat memasuki ruang penyimpanan gamelan, guru tersebut mendapati sejumlah bilah gamelan sudah tidak berada di tempatnya.
Kepala SMP Satap Undaan, Sri Yulia mengatakan, pihak sekolah menduga pelaku masuk melalui jendela ruangan gamelan. Dugaan itu muncul setelah ditemukan kondisi jendela yang rusak seperti dicongkel secara paksa.
“Itu sudah kami kasih tralis, ternyata kacanya diambil, terus tralis ditarik, jadi ada yang buka. Jadi kita curiganya memang diambil dari belakang karena belakang itu langsung kebun jati,” ujar Yulia.
Selain kerusakan pada jendela, pihak sekolah juga menemukan benda tajam menyerupai kapak yang tertinggal di dalam ruangan gamelan. Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa gamelan itu dicuri oleh pelaku.
Yulia menambahkan, di dekat jendela juga ditemukan sebuah kursi yang diduga digunakan pelaku untuk mengangkut gamelan keluar ruangan.
Menurutnya, aksi pencurian kemungkinan dilakukan lebih dari satu orang karena jumlah bilah gamelan yang hilang cukup banyak.
Sejumlah instrumen gamelan yang hilang di antaranya bonang, kenong, slentem, demung, saron, peking hingga gong suwukan. Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta hingga Rp 25 juta.
Ia menjelaskan, seperangkat gamelan tersebut bukan milik sekolah, melainkan aset milik Desa Wonosoco yang dititipkan kepada SMP Satap Undaan sebagai sarana pembelajaran seni karawitan bagi para siswa.
“Makanya tadi pas laporan ke pak kepala desa langsung ditangani polisi, ini pun masih ada polisi,” tuturnya.
Pihak sekolah juga menyebut gamelan itu terakhir kali terlihat lengkap pada 9 Mei 2026 usai dipakai tampil dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) di Gedung Dekopinda Kudus.
Sayangnya, tidak ada CCTV aktif di ruangan tersebut karena kamera pengawas yang sebelumnya terpasang sudah lama rusak dan belum diperbaiki. (J05/A01)










