Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus terus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (lansia) melalui program Bina Keluarga Lansia (BKL). Salah satu bentuk pelaksanaannya yakni melalui Sekolah Lansia yang pada 2026 ini digelar di lima desa.
Kelima desa tersebut meliputi Desa Peganjaran, Bakalankrapyak, Besito, Honggosoco, dan Damaran. Program ini tersebar di lima kecamatan dengan jumlah peserta masing-masing sebanyak 30 lansia. Dengan demikian, total terdapat sekitar 150 peserta yang mengikuti Sekolah Lansia tahun ini.
Peserta Sekolah Lansia berasal dari masyarakat lansia di masing-masing desa. Tidak hanya mereka yang sudah memasuki masa pensiun, tetapi masyarakat lansia secara umum juga diberikan kesempatan untuk mengikuti program pembelajaran tersebut.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Mei 2026 dan akan berlangsung hingga Oktober. Setelah menyelesaikan seluruh materi pembelajaran, para peserta dijadwalkan mengikuti wisuda yang direncanakan pada November mendatang.
Pembelajaran yang diberikan lebih banyak berfokus pada upaya menjaga kesehatan lansia agar tetap dapat menjalani kehidupan secara aktif dan mandiri.
Peserta mendapatkan materi mengenai olahraga yang sesuai untuk lansia, pola makan sehat, aktivitas sehari-hari, serta berbagai cara menjaga kondisi tubuh di usia lanjut.
“Utamanya memang masalah kesehatan lansia, bagaimana lansia menjaga kesehatannya, olahraga, cara makannya, aktivitasnya, sehingga mereka tetap bisa menjaga kesehatan dan tetap aktif,” ujar pihak pelaksana program.
Untuk memperkaya materi, Sekolah Lansia melibatkan berbagai unsur sebagai narasumber. Materi tidak hanya disampaikan oleh satu pihak, tetapi melibatkan institusi pendidikan, puskesmas, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa yang menjadi lokasi pelaksanaan.
Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut juga disebut cukup baik. Pertemuan dilakukan secara rutin dan menyesuaikan kebutuhan peserta. Mayoritas kegiatan dilaksanakan di balai desa, meskipun terdapat lokasi lain yang digunakan, salah satunya musala di Desa Besito.
“Alhamdulillah antusiasmenya sama dan kegiatan berjalan terus. Sekarang pelaksanaannya dua kali dalam sebulan, karena kalau empat kali dalam sebulan dinilai terlalu cepat,” terangnya.
Program Sekolah Lansia ini menjadi salah satu upaya penguatan BKL di Kabupaten Kudus. Setelah sebelumnya pada 2025 dilaksanakan di empat kecamatan, tahun ini cakupannya bertambah menjadi lima kecamatan.
Sementara untuk lokasi wisuda peserta Sekolah Lansia 2026 masih akan menyesuaikan situasi, dengan opsi pelaksanaan di kantor Dinas Sosial maupun Pendapa Kabupaten Kudus. (J05/A01)










