Jurnalpantura.id, Kudus – Musibah kebakaran menimpa sebuah rumah di Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pada Sabtu 11/04/2026 pagi.
Rumah milik Bapak Anwar (90), seorang warga di Gang 14, RT 04 RW 03, hangus di beberapa bagian setelah api berkobar sekitar pukul 07.45 WIB.
Camat Undaan, Arif Budiyanto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski pemilik rumah yang sudah lanjut usia tersebut sedang berada di lokasi saat kejadian.
Peristiwa bermula ketika Bapak Anwar sedang bersantai duduk di teras rumahnya sekitar pukul 07.30 WIB. Selang 15 menit kemudian, istrinya, Ibu Sumarni (65), mulai mencium bau asap yang menyengat dari dalam rumah.
Merasa ada yang tidak beres, Ibu Sumarni segera meminta tolong kepada warga sekitar untuk mengecek kondisi rumahnya.
”Pukul 07.50 WIB, Ibu Sutin, salah satu warga, melihat kobaran api sudah mulai membesar. Beliau langsung berteriak meminta bantuan warga dan melapor ke perangkat desa,” ujar Arif Budiyanto.
Sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba, warga Gang 11 menunjukkan aksi solidaritas yang luar biasa. Dengan alat seadanya seperti selang air rumah tangga dan ember, warga bahu-membahu menyiramkan air untuk melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Laporan kemudian diteruskan ke petugas Trantibum Kecamatan Undaan dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kudus. Dua unit mobil pemadam dari Satpol PP Kabupaten Kudus dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 08.30 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik (arus pendek) di salah satu bagian rumah.
Akibat kejadian ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp3.000.000. Meski bangunan tidak ludes seluruhnya, trauma akibat kejadian ini menjadi perhatian bagi keluarga korban.
Pihak kecamatan mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang memiliki instalasi listrik tua, untuk rutin melakukan pengecekan guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari. (J02/A01)










