Kucurkan Rp 4 Miliar, PT Djarum Renovasi 80 Rumah Warga Tak Mampu di Kudus

Sosial460 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus — PT Djarum melanjutkan program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dengan merenovasi dan membangun 80 hunian yang berada di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Total anggaran yang dikucurkan untuk program ini mencapai Rp 4 miliar.

Para penerima bantuan RSLH kali ini tersebar di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus. Terdiri dari 9 rumah di Kecamatan Bae, 5 rumah di Kecamatan Dawe, 9 rumah di Kecamatan Gebog, 5 rumah di Kecamatan Jati, 11 rumah di Kecamatan Jekulo, 11 rumah di Kecamatan Kaliwungu, 4 rumah di Kecamatan Kota, 7 rumah di Kecamatan Mejobo, serta 19 rumah di Kecamatan Undaaan.

Seremoni serah terima simbolis dari PT Djarum kepada para penerima bantuan RSLH diselenggarakan pada Rabu, 10/07/2024, bertempat di Pendopo Kabupaten Kudus. Acara ini turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie, jajaran pemerintah kabupaten bersama dinas terkait, serta perwakilan dari kecamatan dan desa setempat.

Salah satu penerima bantuan dari program RLSH, Musni dari Desa Bulucangkring, Kecamatan Jekulo, mengucap syukur karena mendapat tempat tinggal layak, setelah rumah lamanya roboh karena hujan dan angin. Kini hunian Musni menjadi lebih kokoh, aman, sehat, dan nyaman.

“Rumah saya awalnya cuma terbuat dari bambu yang keropos, lalu roboh. Alhamdulillah saya mendapat bantuan dari PT Djarum, sehingga saya punya rumah yang layak untuk hari tua saya,” ucap Musni, yang hidup sebatang kara dan bekerja serabutan di kios Pasar Bareng, Kudus.

Pj Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie mengapresiasi langkah nyata dan kepedulian dari PT Djarum. Menurutnya, dengan program ini akan semakin banyak masyarakat yang lebih sehat dan produktif karena menempati hunian yang layak bersama keluarga.

Ia juga berharap program RSLH ini berjalan dengan baik, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Sehingga semakin banyak masyarakat dengan penghasilan rendah dapat merasakan hunian yang aman, sehat, dan nyaman.

“Kepada PT Djarum, kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Kudus. Semoga dengan bantuan ini, tingkat kesejahteraan para penerima bantuan menjadi semakin baik,” kata Hasan.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan program RSLH tak lain bertujuan untuk membantu masyarakat di Kabupaten Kudus dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya.

Ia menjelaskan, PT Djarum berkolaborasi dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus guna membantu masyarakat dengan penghasilan rendah agar memiliki hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

“Berdasarkan data PKPLH, saat ini ada sekitar enam ribuan rumah tinggal yang tidak layak huni di Kabupaten Kudus. Maka kami melihat program Rumah Sederhana Layak Huni ini harus terus dilanjutkan untuk membantu memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Untuk semester pertama ini total ada 80 rumah, sementara pada semester kedua nanti kami menargetkan 100 rumah lagi,” ucap Budiharto.

Untuk membiayai renovasi maupun pembangunan ulang 80 rumah tersebut, PT Djarum total mengucurkan anggaran tidak kurang dari Rp 4 miliar. Dengan alokasi biaya masing-masing rumah berkisar Rp 50 juta hingga Rp 55 juta.

PT Djarum juga menerapkan total intervensi sehingga penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali untuk proses pembangunan, mengingat kondisi ekonomi mereka yang terbatas.

Selain PT Djarum, bantuan RSLH tahun 2024 ini juga berasal dari Kopi Tubruk Gadjah dan Potytron (PT Hartono Istana Teknologi), dan 10 rumah dari Kopi Tubruk Gadjah (PT Sumber Kopi Prima).

Sebelum program RSLH terhadap 80 rumah kali ini, tercatat PT Djarum lebih dulu telah melakukan renovasi atau membangun ulang sebanyak 70 rumah di berbagai kabupaten di Jawa Tengah.

“Sebuah hunian nantinya akan disebut sebagai rumah sederhana layak huni setelah memenuhi tiga persyaratan dasar yakni Aman, Sehat, dan Nyaman,” pungkas Budiharto. (J05/A01)

Komentar