Koperasi Desa Merah Putih Resmi Diluncurkan, Jadi Percontohan Pertama di Kudus

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan Koperasi Merah Putih di Margorejo Kudus

Pembukaan Koperasi Merah Putih di Margorejo Kudus

JurnalPantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus secara resmi meluncurkan operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, pada Rabu (16/7/2025).

Koperasi ini menjadi pilot project pertama di Kudus yang mulai menjalankan kegiatan usaha secara nyata, sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis potensi desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, mengatakan bahwa peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Menurutnya, kehadiran Kopdes Merah Putih sekaligus menjadi bentuk kesiapan Pemkab Kudus dalam mendukung pelaksanaan program nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Hari ini kita melaksanakan launching Koperasi Desa Merah Putih yang berlokasi di Desa Margorejo. Ini menjadi progres pertama di Kabupaten Kudus dalam mengoperasionalkan koperasi desa sesuai arahan pak Bupati Sam’ani Intakoris atas dasar program Pak Presiden,” ujar Famny usai launching pembukaan.

Kepala Dinas PMD Kudus Famny Dwi Arfana (Foto:JP)

Ia menjelaskan, koperasi tersebut mendapat dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas PMD, Dinas Perdagangan, serta Dinas Pertanian, Bulog hingga Pupuk Indonesia.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadi penghubung dan penguat jaringan antar-koperasi desa di Kudus secara menyeluruh.

Kopdes Merah Putih memulai aktivitas ekonominya dengan menjual kebutuhan pokok (sembako), seperti beras, minyak goreng, dan gas elpiji. Pilihan tersebut diambil lantaran dinilai paling sesuai dengan potensi desa dan kebutuhan masyarakat sekitar.

“Jenis usaha sembako ini dipilih karena merupakan kebutuhan mendasar dan potensial di Margorejo. Harapannya, dapat menjawab langsung kebutuhan masyarakat, dan perputaran ekonominya bisa cepat,” jelas Famny.

Lebih lanjut, ia berharap koperasi ini menjadi stimulan bagi desa-desa lain di Kudus untuk segera mengembangkan usaha serupa. Saat ini, beberapa koperasi desa lain telah mengantongi legalitas dan sedang dalam tahap identifikasi potensi usaha masing-masing.

Dari sisi pembinaan dan penguatan kapasitas, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop) juga telah mengalokasikan anggaran untuk pelatihan bagi pengurus dan pengawas koperasi.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih di Kudus Siap Beroperasi, Ini Kata Kadinas PMD
Pemotongan pita sebagai tanda peresmian Koperasi Merah Putih (Foto:JP)

M. Rais Anwari, Bidang Koperasi dan UKM Disnakerperinkop Kudus, menyebutkan bahwa pembinaan ini akan difokuskan pada aspek manajerial dan pelaporan keuangan koperasi agar berjalan profesional dan berkelanjutan.

“Kita sudah mengusulkan anggaran sekitar Rp260 juta dalam Perubahan APBD untuk mendukung pelatihan bagi pengurus dan pengawas,” ujarnya.

Pelatihan itu mencakup manajemen koperasi, penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ), hingga pendampingan untuk persiapan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di awal tahun. RAT menjadi kewajiban bagi setiap koperasi sebagai bentuk pertanggungjawaban tertinggi kepada anggota.

Dinas juga mendorong agar koperasi-koperasi desa yang telah terbentuk bisa segera mengaktifkan unit usaha, terutama yang mudah diputar seperti sembako dan simpan-pinjam.

Berdasarkan data Disnakerperinkop, saat ini terdapat sekitar 540 koperasi di Kudus, namun hanya sekitar 150 koperasi yang masih aktif.

“Yang tidak aktif itu bisa jadi karena pengurusnya sudah tidak ada atau tidak pernah menyampaikan laporan. Kita terus dorong agar yang abu-abu ini bisa aktif kembali,” ujar Rais.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Hartono, mengatakan bahwa pihaknya akan fokus pada pemenuhan kebutuhan nyata masyarakat sekitar sebagai strategi untuk menjaga daya saing. Selain itu, koperasi juga akan memberikan manfaat langsung kepada anggotanya dalam bentuk sisa hasil usaha (SHU).

“Kita sesuaikan dengan kebutuhan warga. Sembako itu dibutuhkan semua orang, dan lokasi kami juga strategis, jadi peluangnya cukup besar,” ujar Hartono.

Pihak koperasi juga memastikan akan menjual barang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), agar tetap kompetitif namun tidak membebani masyarakat. Meski baru beroperasi, ke depan koperasi akan merancang skema insentif atau benefit bagi anggotanya.

Hartono berharap, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, baik instansi pemerintahan maupun para pemangku kepentingan lainnya.

“Harapan kami, koperasi ini bisa berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, tidak hanya di Margorejo, tapi juga desa-desa sekitarnya,” tandasnya. (J07/A01) 

Berita Terkait

Pengurus KDKMP Kudus Khawatir Terjerat Masalah Hukum, Minta Pendampingan Pemkab
Belum Beroperasi, Dua Bentor KDKMP Prambatan Kidul Ditemukan Akinya Drop
Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi
Pemkab dan YM3SK Satukan Langkah, Hari Jadi Kudus Bakal Bergeser ke 23 Agustus
Berdiri di Kawasan Pertanian, KDMP Ternadi Kudus Bakal Layani Warga Lewat COD
Wabup Bellinda Usulkan Stand Up Comedy di Hari Jadi Kudus: Bupati dan Saya Siap Di-Roasting
Tanggal Hari Jadi Bergeser Jadi 23 Agustus, Pemkab Kudus Siapkan Perda Baru
Kenduren Hari Jadi Kudus Maju ke Agustus, Jadi Awal Rangkaian Perayaan ke-477
Berita ini 355 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Pengurus KDKMP Kudus Khawatir Terjerat Masalah Hukum, Minta Pendampingan Pemkab

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Belum Beroperasi, Dua Bentor KDKMP Prambatan Kidul Ditemukan Akinya Drop

Rabu, 23 September 2026 - 14:32 WIB

Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:55 WIB

Pemkab dan YM3SK Satukan Langkah, Hari Jadi Kudus Bakal Bergeser ke 23 Agustus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Berdiri di Kawasan Pertanian, KDMP Ternadi Kudus Bakal Layani Warga Lewat COD

Berita Terbaru