Jurnalpantura.id, Kudus – Kebakaran melanda sebuah kandang ayam milik warga di Blok Wonolangu, Desa Ternadi 3/1, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (1/2/2026) pagi.
Peristiwa ini menyebabkan 14.000 ekor ayam mati dan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.
Kapolsek Dawe AKP Budianto, menjelaskan, laporan kejadian diterima piket Polsek Dawe sekirar pukul 06.30 WIB.
Piket kemudian menghubungi BPBD Kudus, untuk kemudian ke lokasi kebakaran.
“Kandang ayam yang terbakar berukuran sekitar 45 meter x 12 meter, berangka besi dengan alas kayu, tertutup terpal dan beratap seng. Di dalamnya terdapat sekitar 14.000 ekor ayam usia 12 hari,” jelas AKP Budianto.
Dari informasi di tkp, peristiwa bermula saat anak kandang, sekira jam 01.00 WIB menyalakan kompor penghangat yang berbahan bakar briket sebanyak 16 buah.
Sekira jam 02.00 WIB, saksi istirahat tidur. Tak lama kemudian, sekira jam 06.30 WIB, saat saksi terbangun melihat api membakar kandang di seputaran pintu masuk kandang.
“Api sudah besar seketika berusaha menyelamatkan barang barang sesaat kemudian datang warga membantu karena kandang terdapat banyak bambu dan plastik (terpal) sehingga api cepat membesar dan menjalar membakar kandang,” terang Kapolsek Dawe.
Warga sekitar berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan datang.
Tak lama kemudian, satu armada pemadam kebakaran dari Satpol PP Kudus tiba di lokasi dan membantu proses pemadaman serta pendinginan.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” lanjutnya.
Dari hasil pendataan, kerugian yang dialami pemilik ditaksir sekitar Rp500 juta, dengan rincian 14.000 ekor ayam senilai sekitar Rp140 juta, bangunan kandang beserta peralatan seperti mesin pemanas sekitar Rp350 juta, serta pakan ternak sekitar Rp10 juta. Kandang ayam tersebut diketahui tidak diasuransikan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal tim Inafis Polres Kudus, dugaan sementara kebakaran dipicu sisa briket arang yang belum padam sempurna.
Kepada warga kususnya pemilik maupan anak kandang, AKP Budianto berpesan untuk selalu mengecek kondisi di sekitarnya agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. (J02/A01)










