Jurnalpantura.id, Pati – Dinas Pertanian Kabupaten Pati memastikan kondisi hewan kurban di wilayahnya dalam keadaan sehat dan stok mencukupi menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Pengawasan dilakukan sejak H-14 atau dua pekan sebelum Iduladha melalui pemeriksaan di pasar hewan hingga kandang penampungan.
Kabid Peternakan Kabupaten Pati, Andi Hirawadi,SPt, MM mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan memenuhi syarat kurban, baik dari sisi kesehatan maupun umur hewan.
“Pengamatan sudah dilakukan sejak H-14 atau dua minggu sebelum Iduladha, mulai dari pasar hewan hingga tempat penampungan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan benar-benar sehat dan cukup umur,” kata Andi.
Menurutnya, syarat utama hewan kurban harus dalam kondisi sehat, tidak cacat, serta memenuhi batas umur yang ditentukan sesuai ketentuan syariat dan kesehatan hewan.
Untuk memperkuat pengawasan, Dinas Pertanian menempatkan petugas dan dokter hewan di sejumlah kecamatan serta mengoptimalkan layanan di lima pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang tersebar di Kabupaten Pati.
“Petugas dokter hewan ditempatkan di beberapa kecamatan dan ada lima Puskeswan di Pati untuk melakukan pemeriksaan di kandang-kandang penampungan,” ujarnya.
Andi menjelaskan, pemeriksaan dilakukan tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui pengujian laboratorium terhadap sampel darah dan feses hewan guna mendeteksi potensi penyakit.
Pemeriksaan tersebut difokuskan pada sejumlah penyakit hewan, seperti sirosis, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta infeksi cacing.
“Kemarin kami mengambil sampel darah dan feses di beberapa kandang penampungan untuk menguji penyakit sirosis, PMK, dan cacing. Hasilnya tidak ditemukan hewan yang sakit,” jelasnya.
Selain kondisi kesehatan yang terpantau baik, Dinas Pertanian juga memastikan stok hewan kurban di Kabupaten Pati aman, baik untuk sapi maupun kambing dan domba, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha diperkirakan dapat terpenuhi. (J07/A01)










