Jurnalpantura.id, Kudus – PT Pertamina Patra Siaga Regional Jawa Bagian Tengah menegaskan bahwa ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Muria Raya berada dalam kondisi aman hingga setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah.
Kepastian tersebut disampaikan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terkait isu keterbatasan pasokan BBM menjelang momen mudik dan libur Lebaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan ketahanan stok BBM sejak jauh hari.
Persiapan tersebut bahkan telah dilakukan sebelum munculnya isu konflik di Timur Tengah yang sempat memunculkan kekhawatiran mengenai pasokan energi.
Menurut Taufiq, isu yang menyebutkan bahwa stok BBM di Indonesia hanya akan bertahan selama 20 hari tidak berlaku untuk wilayah Muria Raya.
Ia memastikan bahwa cadangan BBM di wilayah tersebut jauh lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama masa libur Lebaran.
“Kami sudah melakukan stok BBM sejak jauh-jauh hari, bahkan sebelum adanya informasi tersebut. Semua sudah kami ukur dan perhitungkan, sehingga kami pastikan stok selama libur Idulfitri akan tetap aman,” ujar Taufiq, Sabtu, 7/3/2026.
Ia menjelaskan, Pertamina telah menyiapkan cadangan stok BBM setiap hari hingga 20 kali lipat dari rata-rata distribusi harian. Dengan langkah tersebut, Pertamina optimistis pasokan BBM di wilayah Muria Raya akan tetap stabil hingga setelah perayaan Idulfitri.
Taufiq juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Menurutnya, Pertamina telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama arus mudik dan balik Lebaran sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.
“Tidak perlu khawatir dan tidak perlu panic buying. Kami pastikan stok aman karena seluruh skenario pengamanan pasokan sudah kami siapkan untuk Idulfitri,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran distribusi BBM, Pertamina menyiapkan sekitar 40 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Muria Raya selama masa libur Lebaran.
Selain itu, layanan motorist delivery service 135 juga disiagakan dengan total 94 unit yang siap mengantarkan BBM kepada konsumen yang mengalami kendala di perjalanan, termasuk saat terjebak kemacetan.
Selain layanan tersebut, Pertamina juga menyiagakan tiga unit mobil storage di berbagai titik di wilayah Muria Raya untuk mengantisipasi daerah rawan kemacetan maupun potensi bencana.
Jika terjadi kendala distribusi, mobil tangki cadangan tersebut akan segera digerakkan untuk menjaga kelancaran pasokan.
Sejumlah skenario juga telah disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan permintaan. Pertamina meningkatkan stok BBM antara 15 hingga 20 persen.
Pada periode libur Lebaran, konsumsi BBM jenis gasoline diproyeksikan meningkat hingga 18 persen, sementara konsumsi gasoil diperkirakan turun sekitar 6 persen.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Pertamina juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus Ramadan dan Idulfitri yang akan memantau distribusi BBM dan elpiji secara intensif.
Satgas tersebut dijadwalkan bertugas mulai 9 Maret hingga H+15 Idulfitri guna memastikan pasokan energi tetap terjaga di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. (J05/A01)










