Ikuti Mauludan dan Doa Bersama, Hartopo dan Mawahib Minta Restu Habaib, Kiai dan Gawagis

- Jurnalis

Sabtu, 5 Oktober 2024 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cabup Cawabup Kudus 02 Hartopo-Mawahib berdoa bersama di  Garasi Mulyo Grup, Karangsambong, Kecamatan Bae, Kudus. (foto:Jp)

Cabup Cawabup Kudus 02 Hartopo-Mawahib berdoa bersama di Garasi Mulyo Grup, Karangsambong, Kecamatan Bae, Kudus. (foto:Jp)

JurnalPantura.id, Kudus – Calon Bupati Kudus HM Hartopo dan Calon Wakil Bupati Kudus Mawahib silaturahmi meninta restu dan mauludan bersama Bib Bidin Al-Kaff beserta para santrinya di Garasi Mulyo Grup, Karangsambong, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus pada Jum’at malam (05/10)

Turut hadir dalam kegiatan hangat tersebut Habib Ali Zaenal Abidin Alkaff adik Habib Ja’far Alkaff, Habib Abu Bakar Assegaf, dan para Gawagis (gus-gus) memanjatkan doa Maulid Nabi dan dukungan kepada paslon 02 dalam jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

Calon Bupati Kudus dari 02, Hartopo mengatakan bahwa kegiatan kali ini ialah turut berdoa bersama dan meminta restu kepada kiai serta para gus agar dapat dukungan untuk melanjutkan pengabdiannya kembali memimpin Kudus bersama Mawahib.

“Ini kegiatan Maulid Nabi yang dihadiri juga seluruh Muhibbin dan gus-gus yang ada di Kabupaten Kudus yang sepenuhnya totalitas beliau-beliau mendukung kita,” ujarnya usai acara.

Sementara itu, Cawabup Mawahib yang juga sebagai santri dari Bib Bidin Al-Kaff menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai langkah untuk mendapat dukungan dan doa restu menjadi pemimpin di Kota Kretek.

“Ini acara yang sangat mubarokah (diberkati), sesuai dawuh (arahan) beliau, Alhamdulillah dengan bersama para santri beliau kami paparkan program visi misi yang kami tuangkan sesuai dengan tradisi santri,” katanya.

“Malam ini beliau dan santri-santri beliau ingin Memauludurosul sekaligus silaturahim dengan kami sebagai paslon, bukan santri, kalau sebagai santri ya sudah sering ketemu,” lanjut Mawahib.

Mawahib bercerita bahwa adab itu lebih utama daripada ilmu. Dengan latar belakangnya mengenai urusan sosial keagamaan dan sosial lainnya, Mawahib siap mendukung dan membantu menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang tertunda.

Baca Juga :  Momentum Nuzulul Quran, YP UMK Berbagi Kebahagiaan dengan Ratusan Anak Yatim

“Ketika dawuh kiai, maka santri tidak bisa lari, itu sudah tertanam dari dulu, Saya siap memperjuangkan dan mengabdi untuk Insyaallah kedepan Kudus lebih maju dan berkah,” paparnya.

Dihadapan Kiai dan para santri, Mawahib yang juga politikus anggota DPRD Jawa Tengah periode 2019-2024 menegaskan bahwa pihaknya sebagai penggagas perda (peraturan daerah) tunjangan guru lembaga pendidikan swasta non-formal atau Madrasah Diniyah (Madin).

“Terkait tunjangan guru ngaji, kita yang menggagas perda itu sesuai dengan yang kami cita-citakan bersama, sayangnya setelah adanya covid-19, tunjangan guru ngaji yang seharusnya Rp.1 juta melorot,” sebutnya.

Sebagaimana diketahui, pada masa TKGS, tunjangan yang didapat sejumlah Rp.1 juta perbulan honor yang terima oleh guru Madin.

Kini, Nominal honor yang diberikan pada HKGS mulai dari Rp.350 ribu, Rp.450 ribu, Rp.600 ribu, hingga Rp 1 juta. Hitungan tersebut dilihat dari masa kerja, jumlah jam mengajar, serta jumlah siswa di sekolahnya.

“Saat itu dipersulit pak carik Kabupaten, terus sekarang rebutan meraih suara padahal program itu yang saya gagas sejak lama dan direalisasikan oleh Bupati Tamzil-Hartopo, ini harus diperjuangkan kembali,” tegasnya.

Pihaknya mengaku terpukau dengan perjuangan Hartopo sebagai Bupati periode sebelumnya yang berhasil melawan Covid-19 dan pada akhirya mendapat penghargaan sebagai Bupati terbaik terkait penanganan corona.

“Saat itu ada dinamika pak Tamzil pergi dan pak Hartopo melanjutkan perjuangan sendirian, beliau ini luar biasa ketika sendirian menghadapi status zona hitam di Kudus, dengan perjuangannya pada saat itu ngapain aja dibatasi, tapi nyawa paling utama, beliau dengan segenap ketegasannya berusaha keras menghadapi corona,” tandasnya. (J01/A07)

Berita Terkait

Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi
Pemkab dan YM3SK Satukan Langkah, Hari Jadi Kudus Bakal Bergeser ke 23 Agustus
Wabup Bellinda Usulkan Stand Up Comedy di Hari Jadi Kudus: Bupati dan Saya Siap Di-Roasting
Tanggal Hari Jadi Bergeser Jadi 23 Agustus, Pemkab Kudus Siapkan Perda Baru
Kenduren Hari Jadi Kudus Maju ke Agustus, Jadi Awal Rangkaian Perayaan ke-477
Usai Dilantik, Bellinda Birton Langsung Pasang Target Transparansi di Kwarcab Kudus
Haul Mbah Mutamakin Digelar 22-26 Juni 2026, Yayasan Syekh Mutamakin Siapkan Rangkaian Kegiatan Keagamaan
Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Pati Dimulai 16 Juni, Satu Jemaah Dilaporkan Wafat
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:32 WIB

Hari Jadi ke-477 Kudus, Bupati Sam’ani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Urup Nguripi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:55 WIB

Pemkab dan YM3SK Satukan Langkah, Hari Jadi Kudus Bakal Bergeser ke 23 Agustus

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Wabup Bellinda Usulkan Stand Up Comedy di Hari Jadi Kudus: Bupati dan Saya Siap Di-Roasting

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Tanggal Hari Jadi Bergeser Jadi 23 Agustus, Pemkab Kudus Siapkan Perda Baru

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:52 WIB

Kenduren Hari Jadi Kudus Maju ke Agustus, Jadi Awal Rangkaian Perayaan ke-477

Berita Terbaru