Jurnalpantura.id, Kudus – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kudus, Bellinda Birton, mengecam keras beredarnya video hoaks yang menyebut adanya siswa SD 1 Getassrabi mengalami keracunan akibat program MBG.
Ia menilai tindakan penyebaran informasi palsu tersebut sangat tidak bertanggung jawab dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Wakil Bupati Kudus itu menegaskan, program MBG merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di sekolah, bukan menimbulkan bahaya seperti yang beredar di media sosial.
“Jangan main-main dengan isu seperti ini. Program Makan Bergizi Gratis dibuat untuk kebaikan anak-anak kita. Kalau disebarkan hoaks seperti ini, yang dirugikan justru masyarakat sendiri,” tegas Bellinda saat ditemui pada Sabtu, 8/11/2025.
Menurut Bellinda, setiap makanan dalam program MBG telah melalui proses pemeriksaan ketat sebelum disalurkan ke sekolah-sekolah.
Pemantauan lapangan juga dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh tahap distribusi berjalan aman dan sesuai standar.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan sistem pemantauan berbasis teknologi, termasuk melalui aplikasi Kudus Sehat dan pemasangan CCTV di dapur MBG, agar masyarakat bisa turut mengawasi.
Lebih lanjut, Bellinda mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada video atau pesan berantai yang belum terverifikasi.
Ia meminta para orang tua untuk tetap tenang dan tidak khawatir, sebab program MBG merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak secara sehat.
“Kami mohon kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Saring sebelum sharing,” tambahnya.
Sebelumnya, beredar video berdurasi tiga detik yang menampilkan mobil putih parkir di halaman sekolah dengan beberapa guru dan siswa terlihat panik.
Video tersebut disertai keterangan menyesatkan yang menyebut adanya kasus keracunan akibat program MBG. Unggahan itu dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial dan menimbulkan kekhawatiran publik.
Menindaklanjuti hal tersebut, Polsek Gebog langsung turun ke lokasi bersama Kanit Reskrim, Kanit Intel, dan sejumlah personel untuk memastikan kejadian yang sebenarnya.
Setelah melakukan klarifikasi dengan kepala sekolah dan guru SD 1 Getassrabi, Kapolsek Gebog AKP Siswanto menegaskan bahwa kabar keracunan MBG tidak benar alias hoaks.
“Yang sebenarnya terjadi adalah kecelakaan lalu lintas, di mana salah satu siswa SD 1 Getassrabi tertabrak sepeda motor warga yang sedang melintas,” jelasnya.
AKP Siswanto menambahkan, korban sempat dibawa ke ruang kelas untuk mendapat pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
Pada saat bersamaan, mobil program MBG tiba di sekolah untuk mengambil peralatan makan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman yang direkam warga dan disebarluaskan tanpa konfirmasi. (J05/A01)










