Jurnalpantura.id, Kudus – Kampung Ramadhan Gondosari 2025 kembali hadir untuk menyemarakkan bulan suci dengan berbagai kegiatan menarik.
Acara tahunan ini resmi dibuka pada Minggu sore (16/3/2025) di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus, dengan meriah.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan bersama, disertai penampilan drumband yang menambah semarak suasana.
Hadir dalam acara ini Camat Gebog, Fariq Musthofa, beserta jajaran perangkat kecamatan, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Pokdarwis Kudus, perwakilan desa wisata, kelompok pemuda, serta tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap event tahunan ini.
Ketua Pokdarwis Gondosari sekaligus panitia acara, Dasa Susila, menyampaikan bahwa Kampung Ramadhan Gondosari (KRG) tahun ini telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan.
“Setiap tahun, Kampung Ramadhan ini selalu dinantikan masyarakat. Tahun ini, kami menghadirkan lebih banyak kegiatan menarik, mulai dari bazar UMKM, pentas seni harian, hingga aneka lomba,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, dari 16 hingga 22 Maret 2025, dan menghadirkan 30 UMKM lokal yang menjajakan aneka kuliner serta produk kreatif khas Desa Gondosari.
Panitia juga mengadakan berbagai lomba, seperti lomba mewarnai dan menggambar untuk anak-anak, lomba foto dan video kreatif, hingga lomba cosplay bertema anime.
Salah satu daya tarik utama Kampung Ramadhan Gondosari adalah pentas seni harian yang menampilkan berbagai pertunjukan budaya lokal.
Selain itu, setiap pengunjung yang berbelanja di stand UMKM berkesempatan mendapatkan doorprize menarik yang telah disiapkan oleh panitia.
Parade drumband dari sekolah-sekolah setempat turut menjadi bagian dari pembukaan, dengan rute dari halaman kecamatan menuju lokasi utama Kampung Ramadhan.
Drumband ini menjadi simbol semangat kebersamaan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Acara ini dibuka setiap sore setelah Asar hingga menjelang waktu berbuka puasa. Camat Gebog, Fariq Musthofa, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap Kampung Ramadhan dapat terus berkembang sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Semoga Kampung Ramadhan Gondosari bisa menjadi ikon wisata Ramadhan di Kudus, yang tidak hanya menghidupkan ekonomi warga tetapi juga melestarikan budaya dan tradisi lokal,” ungkapnya.
Dengan konsep yang semakin menarik dan inovatif, Kampung Ramadhan Gondosari 2025 diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah ini. (J02/A01)










