Jurnalpantura.id, Kudus – Lima mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar Gedung A Setda Kudus. Selasa 01/03/2022.
Tak hanya itu, dua mobil Ambulance beserta tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kudus berjaga-jaga di sekitar lokasi kebakaran.
Pantauan di lokasi, terlihat asap mengepul dari Gedung A yang berada tepat di sebelah Timur Kantor Bupati Kudus.
Para pegawai pun terlihat berhamburan meninggalkan gedung empat lantai itu.
Sedangkan mobil pemadam yang datang, langsung menyemprotkan air ke gedung dan melokalisir agar kebakaran tidak sampai merembet kemana-mana.

Kebakaran yang terjadi di Gedung A Setda Kudus ini merupakan Simulasi Pemadaman Kebakaran di gedung bertingkat.
Ketua Satpol PP Kudus Kholid Seif mengatakan, simulasi kebakaran ini bertujuan memberikan edukasi kepada penghuni gedung.
“Saat terjadi kebakaran, para pegawai mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika ada kebakaran. Apalagi di gedung ini banyak-berkas penting,”kata Kholid Seif. Selasa 01/03/2022.
Tak tanggung-tanggung, lima mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu simulasi ini.
Kholid menjelaskan setiap pegawai diedukasi cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di setiap lantai gedung bertingkat. Hal ini sebagai langkah awal pemadaman api.
Jika api belum juga padam, koordinator gedung perlu menghubungi tim Damkar dan polisi untuk melakukan pemadaman api.
“Ini merupakan awal simulasi di gedung bertingkat pemerintahan, nanti gedung pemerintahan lainnya bisa belajar dari simulasi ini,”ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi simulasi pemadaman kebakaran yang dilakukan petugas damkar gabungan.
Pihaknya menilai petugas telah responsif dalam memadamkan api dan penyelamatan penghuni gedung.

Ia pun berharap simulasi kebakaran tidak hanya di gedung bertingkat namun juga di pemukiman yang sempit.
“Simulasi juga perlu dilakukan di pemukiman yang sempit dengan akses jalan susah,”katanya.
Selain simulasi, Hartopo mengimbau agar sosialiasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) segera dilakukan untuk pegawai kantor dan pabrik.
Dengan begitu, pegawai jadi lebih responsif dalam mencegah kebakaran lokal membesar.
“Harus ada sosialisasi penggunaan APAR biar pegawai tak panik dan bingung merespon kebakaran lokal,”harapnya. (J02/A01)










