Jurnalpantura.id, Kudus – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, resmi melantik empat Ketua PKK Kecamatan baru dalam sebuah prosesi pelantikan yang digelar di Pendapa Kabupaten pada Rabu, 25/6/2025.
Pelantikan ini menjadi bagian penting dari regenerasi kepemimpinan di tubuh PKK Kudus dalam mendukung program-program pembangunan daerah.
Empat Ketua TP PKK Kecamatan yang dilantik masing-masing adalah Listriana Setyaningsih sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Jati menggantikan Mahayu Fiza Akbar, Ika Fendriani menggantikan Suroya Agus Susanto di Kecamatan Jekulo.
Lalu, Ira Yulistiana sebagai pengganti Mita Aprillia Sari di Kecamatan Dawe, serta Dewi Aisyah yang menggantikan Dwi Rahayu di Kecamatan Bae.
Pelantikan ini juga merupakan tindak lanjut dari pelantikan pejabat struktural di lingkungan Pemkab Kudus oleh Bupati Sam’ani Intakoris pada 10 Juni 2025 lalu.
Dalam sambutannya, Endhah menyampaikan bahwa setelah pelantikan, pihaknya akan menggelar kegiatan retret sebagai ajang pematangan program kerja para ketua PKK baru.
“Setelah terbentuk kepengurusan, kita adakan retret untuk pematangan program,” ujar Endhah.
Ia menekankan pentingnya persiapan matang agar seluruh kegiatan PKK berjalan efektif dan terarah.
Endhah menambahkan bahwa usai pelantikan dan retret, TP PKK Kudus akan langsung bergerak cepat dalam mengeksekusi sejumlah program prioritas.
Salah satu yang menjadi fokus utama adalah pengentasan stunting di Kabupaten Kudus, yang menurutnya memerlukan keterlibatan lintas sektor dan kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan.
Ia menjelaskan bahwa peran organisasi perangkat daerah (OPD) sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan program PKK.
“Kita juga butuh peran OPD lain, terutama DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten), lalu untuk ketahanan pangan di Dinas PMD dan Dinas Pertanian Pangan, PKPLH, Kesbangpol, dan pihak swasta atau CSR,” terangnya.
Endhah juga memberikan pesan khusus kepada seluruh pengurus PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, agar terus menjaga sinergi dan kekompakan dalam menjalankan program kerja TP PKK.
Ia menekankan bahwa kerja sama yang solid adalah kunci keberhasilan dalam menyelesaikan isu-isu krusial seperti stunting.
“Penting untuk memberikan edukasi tentang bagaimana agar bayi lahir tidak stunting, baik itu edukasi dari segi kesehatan, asupan gizi, lingkungan, termasuk air minum yang dikonsumsi,” tandas Endhah.
Ia berharap, dengan semangat baru dan kepemimpinan yang segar di tingkat kecamatan, program-program TP PKK di Kudus semakin berdampak dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. (J05/A01)










