Jurnalpantura.id, Kudus – Dalam upaya mendukung gerakan literasi masyarakat di malam hari, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus memperpanjang jam operasional layanan hingga pukul 21.00 WIB.
Kebijakan ini resmi diberlakukan mulai Senin (13/10/2025) sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang aktif di luar jam kerja.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus, Mutrikah, mengatakan bahwa program ini merupakan hasil dari banyak masukan masyarakat, serta mendapat dukungan penuh dari Bupati Kudus dan berbagai komunitas literasi.
Langkah tersebut diambil agar layanan perpustakaan semakin inklusif dan dapat menjangkau semua kalangan.
“Sebetulnya program ini lahir dari banyak masukan masyarakat, termasuk dari anggota DPR RI, komunitas, dan tentunya dukungan penuh dari Bapak Bupati. Tujuannya agar pelayanan masyarakat bisa lebih panjang waktunya,” ujarnya saat ditemui wartawan, Senin malam (13/10/2025).
Mutrikah menuturkan, awalnya usulan perpanjangan jam buka hanya sampai pukul 18.00 WIB.
Namun setelah menimbang banyak warga Kudus, terutama pekerja dan pelajar, baru memiliki waktu luang di malam hari, jam layanan akhirnya diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB.
“Banyak masyarakat Kudus yang bekerja hingga sore, jadi kalau perpustakaan tutup jam enam mereka tidak sempat datang. Karena itu, kami berinisiatif memperpanjang jam layanan agar masyarakat tetap bisa menikmati fasilitas perpustakaan di malam hari,” jelasnya.
Ia berharap kebijakan ini dapat memberikan ruang bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk mengisi waktu malam dengan kegiatan positif seperti membaca dan belajar di perpustakaan.
“Saya ingin para pelajar tidak hanya bermain gadget di malam hari, tapi bisa memanfaatkan waktu untuk belajar di sini,” tambahnya.
Adapun jam operasional baru Perpustakaan Daerah Kudus yaitu Senin–Kamis: 07.30–21.00 WIB, Jumat: 07.30–11.00 WIB dan 13.00–21.00 WIB dan Sabtu–Minggu: 08.00–14.00 WIB. Kemudian untuk Tanggal Merah libur.
Selain memperpanjang jam layanan, pihak perpustakaan juga menyiapkan berbagai kegiatan menarik untuk menarik minat kunjung masyarakat. Di antaranya kolaborasi dengan komunitas, menghadirkan tokoh inspiratif, serta menggelar event kecil dan pameran karya.
“Kami ingin perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tapi juga ruang interaksi, apresiasi, dan ekspresi,” ungkap Mutrikah.
Sebagai bentuk peningkatan layanan, perpustakaan juga menambah ratusan judul buku baru bertema pendidikan, kearifan lokal, serta seni budaya yang melengkapi koleksi di ruang baca maupun mobil perpustakaan keliling.
Sementara itu, Fatimah, siswi kelas XII SMA 1 Kudus, menyambut baik kebijakan ini. Menurutnya, suasana perpustakaan jauh lebih kondusif untuk belajar dibandingkan kafe atau rumah teman.
“Tanggapan saya bagus sekali, karena suasananya mendukung untuk belajar. Fasilitasnya juga sudah cukup lengkap. Saya tahu informasi ini dari media sosial dan langsung tertarik datang,” ujarnya.
Ia berharap layanan malam ini dapat terus dilanjutkan karena sangat membantu pelajar yang membutuhkan tempat belajar nyaman di luar jam sekolah.
Dengan adanya layanan hingga malam hari, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan perpustakaan sebagai destinasi edukatif sekaligus ruang literasi produktif di malam hari. (J02/A01)










