Jurnalpantura.id, Kudus – Dua peristiwa kebakaran terjadi di lokasi berbeda di Kabupaten Kudus pada Kamis (16/7/2026) pagi. Menyikapi kejadian tersebut, kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik yang diduga menjadi salah satu penyebab utama kebakaran.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di sebuah rumah yang berada di Desa Karangmalang RT 02/RW 01, Kecamatan Gebog. Bangunan milik Noor Rokhim (50), warga Desa Gribig, mengalami kerusakan cukup parah setelah api melalap bagian dapur dan salah satu kamar rumah.
Saat kejadian, rumah tersebut dijaga oleh Mohamad Rizal Saputra (18). Sebelum kebakaran terjadi, Rizal bersama beberapa rekannya diketahui menonton siaran langsung pertandingan Piala Dunia di ruang tamu hingga menjelang dini hari. Setelah teman-temannya pulang, ia kemudian tertidur seorang diri di dalam rumah.
Kapolsek Gebog, AKP Siswanto, menjelaskan bahwa Rizal terbangun setelah merasakan suhu ruangan yang sangat panas. Ketika melihat ke arah belakang rumah, api sudah membesar dan membakar bagian atap dapur serta kamar.
“Begitu bangun, saksi melihat kobaran api sudah membesar di bagian dapur dan kamar sehingga langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri serta meminta bantuan warga,” ujar AKP Siswanto.
Mendapat laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi. Sebanyak dua unit mobil pemadam dari Satpol PP Kudus dan satu unit armada BPBD Kudus bekerja sama memadamkan api hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.30 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran tersebut diduga dipicu hubungan arus pendek listrik. Akibat kejadian itu, pemilik rumah ditaksir mengalami kerugian materiil sekitar Rp30 juta.
Tak berselang lama, kebakaran kembali terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di Dapur Cafe Nata yang berada di Desa Jepang RT 04/RW 01, Kecamatan Mejobo. Asap tebal yang membumbung dari area dapur pertama kali diketahui warga sekitar sebelum akhirnya api mulai membesar.
Kapolsek Mejobo, AKP Heri Purwanto, mengatakan warga yang mengetahui kejadian itu segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Sambil menunggu petugas datang, masyarakat bergotong royong melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya agar api tidak menjalar ke bangunan lain.
Untuk mempercepat penanganan, sejumlah armada pemadam diterjunkan ke lokasi, di antaranya satu unit Damkar BPBD Kudus, satu unit Damkar Nojorono, Damkar Djarum, serta mobil Armoured Water Cannon (AWC) milik Sat Samapta Polres Kudus. Sinergi petugas gabungan membuat kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 07.50 WIB.
“Penanganan dilakukan secara cepat sehingga api dapat segera dilokalisasi dan tidak merembet ke bangunan di sekitarnya,” kata AKP Heri Purwanto.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah peralatan di dapur kafe mengalami kerusakan, mulai dari dua unit lemari pendingin, satu kipas angin, modul AC, instalasi listrik, hingga sebagian atap dapur yang hangus terbakar. Kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp20 juta.
Meski dua kebakaran terjadi dalam waktu yang berdekatan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kedua peristiwa tersebut. Petugas memastikan seluruh penghuni dan pekerja berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Polres Kudus mengimbau masyarakat agar lebih rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko hubungan arus pendek yang kerap menjadi pemicu kebakaran, sehingga kejadian serupa dapat dicegah sejak dini. (J02/A01)










