Jurnalpantura.id, Kudus — Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus resmi meluncurkan inovasi digital berupa aplikasi administrasi persediaan barang habis pakai yang diberi nama “Pesan Sedia”.
Aplikasi ini digagas oleh Mungki Catur Wanodyayu, Kasubag Umum dan Kepegawaian Dispertan, dan diluncurkan secara resmi pada Senin, 11/8/2025, oleh Kepala Dispertan Kudus, Didik Tri Prasetiyo.
Kepala Dispertan, Didik Tri Prasetiyo, menyampaikan apresiasi atas peluncuran aplikasi “Pesan Sedia”. Ia menilai, langkah ini merupakan bentuk nyata dari pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.
“Semoga dengan adanya aplikasi ini bisa meningkatkan pelayanan administrasi yang lebih baik dan transparan,” ujarnya saat peluncuran.
Aplikasi “Pesan Sedia” hadir sebagai solusi dalam menjawab kebutuhan akan sistem informasi yang rinci dan terstruktur mengenai persediaan barang habis pakai di lingkungan Dispertan.
Mungki menjelaskan bahwa selama ini pihaknya menghadapi kesulitan dalam pengendalian stok karena data yang tersedia masih bersifat umum dan menyeluruh melalui aplikasi kabupaten SIFIFO.
“Dengan Pesan Sedia, kita bisa tahu detail persediaan barang per bidang. Misalnya, untuk ATK, konsumsi rapat, hingga obat-obatan di bidang pertanian maupun peternakan. Ini penting untuk perencanaan anggaran ke depan,” terang Mungki.
Ia menambahkan, aplikasi ini secara teknis telah terintegrasi dengan sistem SIFIFO, sehingga pengguna tidak perlu melakukan input data ganda.
Meski baru diluncurkan, Mungki menyebut masih ada beberapa pengembangan lanjutan yang dibutuhkan. Salah satunya adalah penyempurnaan kode digit barang yang belum sepenuhnya tersedia di sistem.
Namun demikian, dari sisi kecepatan, aplikasi diklaim lebih unggul dibandingkan sistem sebelumnya.
“Sudah kami coba, dan sangat cepat. Ini karena penggunaannya lebih terbatas dibandingkan SIFIFO yang digunakan semua OPD,” jelasnya.
Dengan aplikasi ini, pengguna di tiap bidang Dispertan dapat dengan mudah mengakses dan mengecek ketersediaan stok barang, sekaligus mempercepat proses permintaan barang.
Sistem ini diharapkan mampu menghilangkan hambatan birokrasi yang selama ini menghambat efektivitas kerja, terutama saat data persediaan masih bersifat umum dan tidak terperinci.
“Dengan Pesan Sedia, pengguna dapat bekerja lebih cepat dan tepat, tidak perlu lagi menunggu lama karena data sudah langsung tersaji secara detail. Ini akan sangat membantu dalam penyusunan DPA,” pungkasnya. (J05/A01)










