Dipusatkan di Alun-alun Kulon, Tradisi Dandangan di Kudus Start 1 Maret 2024

- Jurnalis

Selasa, 20 Februari 2024 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Suasana Dandangan Kudus. (Foto:J02)

Ilustrasi. Suasana Dandangan Kudus. (Foto:J02)

Jurnalpantura.id, Kudus – Tradisi Dandangan yang terselenggara dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan, akan kembali digelar di Kabupaten Kudus.

Tradisi peninggalan Sunan Kudus biasanya diselenggarakan dengan perayaan pasar malam selama sepuluh hari berturut-turut sebelum bulan puasa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus, Andi Imam Santosa menyampaikan bahwa tradisi Dandangan akan digelar mulai Jumat, 1 Maret 2024.

Tradisis Dandangan akan diramaikan dengan berbagai prosesi budaya dan pasar malam hingga Minggu, 10 Maret 2024 atau sehari sebelum masuk Bulan Ramadan.

“Temanya sesuai dengan SK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa Dandangan adalah WBTB, jadi Dandangan kembali ke asal,” katanya saat dikonfirmasi pada Selasa (20/2/2024).

Tradisi Dandangan nantinya akan dipusatkan di Alun-alun Kulon, tepatnya di komplek Menara Kudus. Beragam kebudayaan akan ditampilkan dalam serangkaian acara selama sepuluh hari.

Baca Juga :  Mini Survey Aspirasi Masyarakat Dilakukan PD Muhammadiyah Jelang Pilkada

“Selama penyelenggaraan Dandangan, mulai dari pembukaan hingga penutupan nanti kegiatan full penampilan adat di Alun-alun Kulon Kudus,” tambahnya.

Akan ada ratusan pedagang yang ditaksir ikut meramaikan tradisi Dandangan. Saat ini, kata Andi, udah ada sekira 750 pendaftar dari PKL lokal Kudus yang tercatat di Disdag Kudus.

“Kita konsepkan 70 persen itu PKL Kudus yang meramaikan Dandangan,” tuturnya.

Mengaca dari perayaan tahun 2023 lalu, Tradisi Dandangan digelar secara meriah. Ratusan PKL ikut berpartisipasi dalam perayaan tersebut.

Tahun ini, lokasi PKL Dandangan ditata di sepanjang Jalan Sunan Kudus hingga perempatan Jember, Jalan Kyai Telingsing, Jalan Menara hingga Perempatan Sucen Kudus. (J05/A01)

Berita Terkait

Guyang Cekathak di Lereng Muria, Warga Colo Kudus Berdoa agar Hujan Segera Turun
Ampyang Maulid Loram Kulon, Tradisi Religi yang Menggerakkan Budaya dan Ekonomi Warga
Warga Kauman Kudus Jaga Tradisi Bubur Asyura Jelang 10 Muharram, Seribuan Porsi Dibagikan
12 Regu Tari Caping Kalo Melaju ke Final, Kudus Bersiap Pecahkan Rekor MURI
Resmi Jadi WBTb, Tradisi Minta Hujan “Guyang Cekathak” di Kudus Masih Lestari hingga Sekarang
Bulusan 2026 di Kudus Tanpa Tiket, Warga Antusias Rayakan Tradisi Kupatan
Rebutan Berkah di Sewu Kupat Muria, Warga Padati Taman Ria Colo
Ada Makna Dibalik Kirab Kerbau Bule Sebelum Pesta Lomban Jepara
Berita ini 295 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:35 WIB

Guyang Cekathak di Lereng Muria, Warga Colo Kudus Berdoa agar Hujan Segera Turun

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Ampyang Maulid Loram Kulon, Tradisi Religi yang Menggerakkan Budaya dan Ekonomi Warga

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:08 WIB

Warga Kauman Kudus Jaga Tradisi Bubur Asyura Jelang 10 Muharram, Seribuan Porsi Dibagikan

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:01 WIB

12 Regu Tari Caping Kalo Melaju ke Final, Kudus Bersiap Pecahkan Rekor MURI

Jumat, 24 April 2026 - 14:59 WIB

Resmi Jadi WBTb, Tradisi Minta Hujan “Guyang Cekathak” di Kudus Masih Lestari hingga Sekarang

Berita Terbaru