Jurnalpantura.id, Kudus – Perbaikan rumput yang rusak di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus disebut tidak perlu menggunakan anggaran tambahan. Perbaikan akan dilakukan dengan menggunakan anggaran perawatan rutin.
“Ini sudah kita antisipasi, namanya rumput ini setelah dipotong terus kita rapikan, nanti akan kembali seperti semula,” ujar Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Abdul Halil, Jumat (24/3/2023).
Diketahui bahwa kondisi lapangan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, rusak akibat Tradisi Dandangan yang digelar di lokasi tersebut selama 12 hari. Pusat Kota tersebut bahkan dijadikan tempat untuk wahana permainan yang tentunya mengundang banyak masyarakat.
Selain kondisi rumput yang rusak, Alun-alun Simpang Tujuh juga menimbulkan bau yang tidak sedap atau busuk. Kondisi itu pun masih bisa tercium dan membuat tidak nyaman masyarakat yang berada di area tersebut.
Dinas PKLPH Kudus, Abdul Halil mengatakan bahwa perbaikan rumput yang rusak akan dirampungkan dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Dirinya akan mengerahkan petugas untuk mengembalikan kondisi Pusat Kota seperti semula.
“Untuk pemulihan rumput, kita sudah minta supaya diberikan puput atau vitamin biar nanti tumbuh, karena saya yakin ini intensitas hujan masih tinggi sehingga rumput itu bisa tumbuh kembali,” tuturnya.
Pihaknya juga tidak akan meminta Dinas Perdagangan Kudus sebagai penyelenggara Dandangan untuk membayar ganti rugi. Halil menegaskan bahwa perbaikan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus akan menggunakan anggaran perawatan rutin.
“Saya yakin ini akan tumbuh kembali, tidak perlu penambahan anggaran untuk perbaikan rumput dan sebagainya,” tandasnya.
Disinggung soal Perda Nomor 11 tahun 2017 terkait Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang tidak diperbolehkan sebagai arena berjualan dan arena bermain, Halil menyebut bahwa memang regulasinya seperti itu.
“Tapi ini kan masalahnya Tradisi Dandangan. Ini dalam rangka mendongkrak ekonomi masyarakat. Jadi yang selama 2 tahun beturut-turut tidak ada kegiatan seperti ini, dari Pemerintah Kabupaten membuat acara untuk meningkatkan ekonomi UMKM yang ada di Kudus,” jelasnya. (J05/A01)










