Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus akan segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan rumput yang ditimbulkan usai dipergunakan sebagai lokasi Tradisi Dandangan.
Kerusakan rumput di Alun-alun sendiri mencapai 80 persen dari keseluruhan yang ada. Selain itu, Pusat Kota itu juga menimbulkan aroma yang tidak sedap dan banyak sampah berserakan, dampak dari usainya gelaran Dandangan pada Kamis (23/3/2023) kemarin.
Kepala Dinas PKPLH Kabupaten Kudus, Abdul Halil menyampaikan akan melakukan sejumlah upaya pemulihan atas kondisi Alun-Alun Simpang Tujuh itu, dalam waktu satu bulan. Sebelum itu, dirinya juga telah melakukan pengecekan terhadap seluruh fasilitas di lokasi tersebut.
“Tidak ada kerusakan lain, sehingga yang kita antisipasi hanya permasalahan rumput dan bau yang tidak sedap,” ujarnya, Jumat (24/3/2023).
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan tenaga teknis lapangan terkait upaya pemulihan rumput dan aroma tidak sedap di Alun-alun Kudus.
Terkait pemulihan rumput, pihaknya meminta kepada petugas agar nantinya lokasi Alun-alun diberikan pupuk atau vitamin agar nantinya rumput bisa tumbuh kembali. Dirinya juga akan memotong rumput yang sudah tinggi supaya nanti saat rumput baru tumbuh bisa terlihat rapi.
“Saya yakin ini intensitas hujan masih tinggi, sehingga rumput itu memang bisa untuk tumbuh dan tidak perlu adanya penambahan rumput dan sebagainya,” tuturnya.
Sementara terkait aroma yang tidak sedap yang timbul di Pusat Kota tersebut, pihaknya akan memerintah petugas kebersihan untuk bisa membersihkan serta mengepel lantai yang ada di lokasi tersebut. Lalu, memberikan wangi-wangian seperti karbol.
“Itu untuk mengantisipasi atau mengurangi bau, sehingga setelah itu nanti selesai, harapan kami Hari Minggu itu masyarakat bisa menggunakan kembali area itu untuk kegiatan kemasyarakatan,” terangnya. (J05/A01)










