80 Persen Rumput di Alun-Alun Kudus Rusak, Begini Cara Pemulihan dari Dinas PKPLH

- Jurnalis

Jumat, 24 Maret 2023 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nampak kondisi lun-alun Simpang Tujuh Kudus usai gelaran Dandangan. (Foto:J02)

Nampak kondisi lun-alun Simpang Tujuh Kudus usai gelaran Dandangan. (Foto:J02)

Jurnalpantura.id, Kudus – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus akan segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan rumput yang ditimbulkan usai dipergunakan sebagai lokasi Tradisi Dandangan.

Kerusakan rumput di Alun-alun sendiri mencapai 80 persen dari keseluruhan yang ada. Selain itu, Pusat Kota itu juga menimbulkan aroma yang tidak sedap dan banyak sampah berserakan, dampak dari usainya gelaran Dandangan pada Kamis (23/3/2023) kemarin.

Kepala Dinas PKPLH Kabupaten Kudus, Abdul Halil menyampaikan akan melakukan sejumlah upaya pemulihan atas kondisi Alun-Alun Simpang Tujuh itu, dalam waktu satu bulan. Sebelum itu, dirinya juga telah melakukan pengecekan terhadap seluruh fasilitas di lokasi tersebut.

“Tidak ada kerusakan lain, sehingga yang kita antisipasi hanya permasalahan rumput dan bau yang tidak sedap,” ujarnya, Jumat (24/3/2023).

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan tenaga teknis lapangan terkait upaya pemulihan rumput dan aroma tidak sedap di Alun-alun Kudus.

Baca Juga :  BLDF Luncurkan Peta Digital Penjemputan Sampah di Kudus, Total Ada 525 Titik

Terkait pemulihan rumput, pihaknya meminta kepada petugas agar nantinya lokasi Alun-alun diberikan pupuk atau vitamin agar nantinya rumput bisa tumbuh kembali. Dirinya juga akan memotong rumput yang sudah tinggi supaya nanti saat rumput baru tumbuh bisa terlihat rapi.

“Saya yakin ini intensitas hujan masih tinggi, sehingga rumput itu memang bisa untuk tumbuh dan tidak perlu adanya penambahan rumput dan sebagainya,” tuturnya.

Sementara terkait aroma yang tidak sedap yang timbul di Pusat Kota tersebut, pihaknya akan memerintah petugas kebersihan untuk bisa membersihkan serta mengepel lantai yang ada di lokasi tersebut. Lalu, memberikan wangi-wangian seperti karbol.

“Itu untuk mengantisipasi atau mengurangi bau, sehingga setelah itu nanti selesai, harapan kami Hari Minggu itu masyarakat bisa menggunakan kembali area itu untuk kegiatan kemasyarakatan,” terangnya. (J05/A01)

Berita Terkait

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten
Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise
Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang
Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp
60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton
Kudus Gencarkan Penghijauan, Target Tanam 50 Pohon Setiap Jumat
Bupati Kudus Respons Kritik Penanaman Pohon di Jalan, Siap Evaluasi
Uji Labkesda Tak Buktikan Sumur Warga Trengguli Tercemar Limbah IPAL SPPG
Berita ini 248 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polisi dan Relawan RRM Bersama Warga Bersihkan Masjid Al Ihsan Getaspejaten

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kudus ASIK Hadir di UTMM 2026, Sampah Peserta Dipilah dan Ditukar Merchandise

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kresek.id Edukasi Siswa SMP 1 Jati Kudus tentang Pilah Sampah dan Daur Ulang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Tekan Emisi Karbon, RS Mardi Rahayu Kudus Mulai Operasikan PLTS Atap 416 kWp

Minggu, 27 September 2026 - 03:41 WIB

60 Personel Dikerahkan, Pemkab Kudus Kawal Kebersihan Pasca Konser Guyon Waton

Berita Terbaru