Jurnalpantura.id, Kudus – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan R Agil Kusumadya turut Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin, 12 Juni 2022 siang tadi.

Dalam peristiwa tersebut, lima kendaraan roda empat yang terlibat kecelakaan beruntun itu. Akibatnya, kelima kendaraan mengalami kerusakan dari yang sedang hingga parah.

Kecelakaan beruntun itu terjadi saat salah satu pengendara yang berjalan dari arah Utara ke Selatan menghindari pengendara lain yang berada di depannya usai lampu traffic hijau.

Anggota Unit Laka Satlantas Polres Kudus, Aiptu Deni menjelaskan, kejadian kecelakaan beruntun itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebelum kecelakaan itu terjadi, lanjut Aiptu Deni, setelah lampu di traffic light hijau semua kendaraan berjalan. Akan tetapi, saat itu posisi jalan tengah padat. Sehingga, salah satu pengemudi menghindari pengendara lain sehingga terjadilah kecelakaan beruntun tersebut.

“Jadi setelah berhenti di lampu merah yang kemudian hijau semua kendaraan berjalan. Kendaraan yang paling depan itu mengurangi kecepatan jadi kendaraan yang paling belakang itu menghindari kendaraan Inova, jadi tidak tau kalau di depan itu berjalan pelan. Terus truk yang paling belakang nyodok (nabrak, red) kendaraan yang ada di depannya jadi terjadilah kecelakaan beruntun,” jelas Aiptu Deni saat ditemui awak media di lokasi kejadian, Senin, 12 Juni 2023.

Semua kendaraan yang terlibat peristiwa itu kendaraan roda empat yang salah satu truk pengangkut gula merah.

“Yang terlibat ada lima kendaraan yang semuanya roda 4, truk kecil satu, mobil penumpang ada 4. Tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Aiptu Deni menambahkan, kecelakaan yang terjadi ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Sehingga, kendaraan yang paling belakang (truk) yang menanggung semua kerugian materialnya.

“Diselesaikan dengan kekeluargaan tidak sampai ke kepolisian. Tapi ada satu kendaraan yang mengalami rusak berat. Kerugian ditaksir Rp 70 juta,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu korban kecelakaan beruntun Kukuh Mukti (27) warga Kabupaten Jepara mengaku syok atas kejadian tersebut.

“Alhamdulillah saya tidak luka, tapi ya syok karena kecelakaan,” ucapnya.

Saat itu, lanjut Kukuh, kondisi jalan tengah macet, tiba-tiba dari belakang menyondil mobil yang dikendarainya.

“Kondisi macet karena traffic padet posisi macet tau-tau dari belakang nabrak. Saya posisi dari depan nomor dua jadi tidak terlalu parah. Semua sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” tandasnya.

Komentar