Jurnalpantura.id, Kudus – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus sejak Minggu malam mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Jati, Senin 12/01/2026.
Genangan air merendam akses jalan, permukiman warga, hingga fasilitas umum.
Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan mengatakan, pemantauan situasi daerah rawan banjir di wilayah Kecamatan Kaliwungu telah dilakukan sejak pukul 07.30 WIB. Hasilnya, beberapa akses jalan terpaksa ditutup akibat tingginya genangan air.
“Di pertigaan Dukuh Garung Kidul RT 09/01 tidak bisa dilalui karena ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Sementara di Jalan Lingkar Kudus–Jepara wilayah Desa Garung Kidul terpantau tergenang air sekitar 25 sentimeter,” jelasnya.
Selain itu, akses jalan Garung Kidul–Karangturi ditutup total karena ketinggian air mencapai 40 hingga 80 sentimeter. Sementara akses Jalan Dukuh Kalangan–Dukuh Setro mulai tergenang air setinggi 20 hingga 35 sentimeter, namun masih bisa dilalui kendaraan.
“Jembatan penyeberangan Sungai Wulan Setro–Kalangan–Kedungwaru juga sudah ditutup karena jalan menuju jembatan tergenang air dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter,” imbuhnya.
Menurut Satria, genangan air di Kaliwungu berasal dari limpasan sungai-sungai yang melintasi wilayah tersebut, seperti Muneng, Serut, Pesanten, DI Langgar, dan Tunggul, akibat tingginya curah hujan dari wilayah utara Kudus. Meski demikian, kondisi spillway Sungai Wulan masih terpantau aman.
Sementara itu, banjir juga melanda wilayah Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati.
Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan pada pukul 10.00 WIB di RT 1, 2, dan 3 RW 12.
“Sebanyak 25 rumah terendam banjir, terdiri dari 10 rumah di RT 1 dan 15 rumah di RT 3 RW 12, dengan total sekitar 30 kepala keluarga. Ketinggian air di permukiman berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter,” ungkapnya.
Genangan air juga merendam akses jalan masuk sepanjang sekitar 300 meter dengan ketinggian 20 hingga 70 sentimeter. Selain itu, lahan persawahan seluas sekitar 20 hektare terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 80 sentimeter.
Banjir turut berdampak pada fasilitas umum. Sekolah Dasar Negeri 3 Dukuh Goleng meliburkan siswa karena area sekolah tergenang air setinggi 20 hingga 30 sentimeter.
Sementara halaman Mushola Al Muttaqin juga terdampak banjir dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 20 sentimeter.
“Untuk sementara belum ada pengungsi, namun pemerintah desa telah menyiapkan tempat pengungsian di TPQ Khuriyatul Fikri RT 2 RW 7 Desa Pasuruhan Lor. Posko pengamanan juga disiapkan di depan gapura masuk Dukuh Goleng,” jelasnya.
Saat ini warga masih beraktivitas seperti biasa, namun membutuhkan bantuan kendaraan, khususnya truk, untuk evakuasi dan transportasi dari permukiman menuju jalan raya, terutama bagi lansia, orang sakit, dan anak-anak. (J02/A01)










