Balita Ditemukan Tenggelam Saat Banjir Terjang Dukuh Barisan

Jurnalpantura.id, Kudus – Banjir yang merendam ratusan rumah di kawasan Dukuh Barisan Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati Kudus, membawa duka.

Suasana duka makin bertambah dirasakan keluarga Makmun, tidak hanya duka karena kampungnya di terjang banjir, namun duka dirasakan akibat anak bungsunya yang masih balita meininggal karena tenggelam di kubangan banjir yang ada di halaman samping rumahnya yang kini di kepung oleh air akibat banjir.

Zuafah (43) budhe korban, saat di temui di jurnalpantura.id di rumah duka, Senin 28/01/2019 siang tadi mengatakan, keponakannya bernama Mohammad faisol Bisri (3.5) pada sekitar pukul 09.00 WIB di cari oleh orang tuanya, karena meski rumah keluarga Makmun bila di bandingkan dengan posisi rumah para tetangga, termasuk di ketinggian dan air tak sampai masuk kedalam rumah namun pada samping rumah, bila pintu dibuka, di luar adalah kubangan air sedalam 1 meter.

Ibu dan kakak dari Alm Muhammad Faisal Basri, balita yang meninggal akibat tenggelam (Foto : Aik)

“Kami menduga Faisol membuka pintu samping rumah, dan mungkin terpeleset di kubangan air tersebut, sehingga kami dan banyak warga turut mencari Faisol di lokasi yang tak jauh dari posisi pintu yang diduga anak tersebut tergelincir,” terang Zuafah.

Setelah kurang lebih sekitar 15 menit keluarga dan warga mencari keberadaan Faisol, balita bertinggi badan 75 cm tersebut akhirnya ditemukan warga sudah mengambang di kebon pisang tak jauh dari rumah Makmun.

“ Lalu keponakan saya ini, segera di larikan ke Puskesmas Jati, namun oleh pihak Puskesmas di rujuk ke RS Mardi Rahayu, dan disana dinyatakan sudah Meninggal Dunia oleh dokter yang memeriksa Faisol,’ terangnya.

Dijelaskan oleh Zuafah, keponakannya ini memang termasuk anak yang sangat aktif, meskipun pintu samping oleh orang tuanya sudah di pasang barikade agar tak bisa di lewat terutama oleh anak bungsunya yang masih balita.

“Namun masih bisa di buka oleh Faisol dan kemungkinan dia tergelincir saat membuka pintu sehingga terjun ke kubangan banjir yang setinggi kurang lebih satu meter itu,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Jati Wetan, Suyitno, yang datang melayat di rumah duka, menghimbau agar dalam situasi seperti ini agar orang tua jangan sampai terlena memperhatikan anak-anaknya, terutama yang masih balita.

“Karena situasinya kurang aman bagi anak-anak, bahkan saya minta kepada warga untuk segera mengungsi di balai desa Jati Wetan, disana sudah kami sediakan tempat yang layak dan aman,” terang Kades Suyitno.

Jenazah balita Faisol rencananya akan di makamkan sore ini pukul 16.00 WIB di pemakaman Mberem Wetan Jati. (J02 /A01)

Komentar