ART di Kudus Nekat Melompat Pagar Rumah, Ini Alasannya

Peristiwa3016 Dilihat

Jurnalpantura.id, Kudus – Aksi nekat, MR seorang Asisten Rumah Tangga (ART) di Wergu Kulon pada Ahad 30/06/2024 sekitar pukul 10.00 WIB, bikin geger tetangga sekitar.

Pasalnya, MR diketahui ingin kabur dari rumah majikan BI, dengan cara melompat pagar rumah, setelah Ketua RT setempat menemukan tas yang sudah dilempar ke luar.

Beruntung, Aksi MR diketahui ketua RT, sehingga MR berhasil diamankan untuk dimintai keterangan.

Banyaknya kasus, ART kabur dengan membawa barang milik majikan. Membuat pak RT berhati-hati dan tidak melepas begitu saja. Hingga akhirnya melaporkan ke Polisi.

Kapolsek Kudus Kota IPTU Subkhan membenarkan adanya ART yang ingin pergi dari rumah majikannya dengan cara melompat pagar.

“MR nekat ingin melompat pagar, karena ingin pulang ke rumah orang tuanya di Dempet, Demak. Ia menerima kabar kalau bapaknya sedang kritis di RS,” kata IPTU Subkhan.

Kapolsek Kudus Kota, IPTU Subkhan (Foto:J02)

MR pun mengaku saat itu dirinya dijemput saudaranya, yakni S yang juga sebagai ART di Semarang.

Dari S lah, MR mengetahui kalau bapaknya sedang kritis di RS yang ada di Salatiga. Bahkan S menjemput MR diantar majikannya JT.

Keinginan untuk pulang MR tidak mendapat izin dari majikannya BI. Karena saat itu, BI sedang pergi ke Semarang, dan oleh BI diizinkan untuk pulang setelah dirinya kembali ke rumah.

“Merasa tidak mendapatkan izin, akhirnya MR nekat kabur. Baru melempar tas, sudah ketahuan pak RT,” ujarnya.

Selanjutnya, Polsek Kudus Kota memastikan identitas ART, karena dia tidak membawa dokumen apapun (dokumen identitas dibawa biro penyalur ART di wilayah Semarang).

Menggunakan kecanggihan teknologi kepolisian, Polsek Kudus Kota mencoba mencari detail informasi ART yang bersangkutan.

Karena mengaku sebagai warga Dempet, Demak, Kapolsek Kudus Kota juga menelepon Kapolsek Dempet untuk memastikan benar atau tidaknya warga berinisial MR bertempat tinggal di wilayah tersebut.

“Kapolsek Dempet lalu menelepon lurah dan Bhabinikamtibmas, ternyata benar kalau MR adalah warganya, dan diketahui bahwa bapak MR asli Dempet dan ibu dari Jakarta,” ujarnya.

“Identitas MR sama orangtuanya clear, dan benar kalau ayahnya sedang dirawat di rumah sakit,” kata Kapolsek melanjutkan.

Setelah memastikan identitas ART dari Kudus itu, polisi melanjutkan penyelidikan terhadap orang-orang yang mengaku menjemput MR, yakni S dan JT.

“Setelah kami cek lewat identitas yang mereka bawa, semuanya clear,” kata Iptu Subkhan.

Usai memeriksa semua orang yang bersangkutan, pihak kepolisian juga menghubungi majikan MR.

MR bekerja selama 2 bulan terakhir, dan MR telah menerima gaji Rp 2,2 juta setiap tanggal 21.

“Untuk hak MR sudah diterima setiap bulannya. Tinggal gaji di 9 hari terakhir. Dan  dari pihak majikan, memilih untuk mengembalikan MR ke biro/yayasan tempat nya semula,” terangnya.

Sebelum dikembalikan ke yayasan, tas MR juga diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan tidak adanya barang bukan haknya yang dibawa. (J02/A01)

Komentar