Jurnalpantura.id, Kudus – Ratusan siswa di SMP Muhammadiyah 1 Kudus melakukan aksi galang dana dan salat gaib untuk warga Palestina korban peperangan zionis Israel, Selasa (24/10/2023).
Penggalangan dana yang dilakukan, terkumpul sekira Rp 15 juta. Dana yang terkumpul dari SMP Muhammadiyah 1 Kudus itu pun nantinya akan disalurkan kepada warga Palestina, melalui Lazismu.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kudus, Ali Zamroni menerangkan, ada sekira 520 warga sekolah setempat yang mengikuti aksi penggalangan dana ini. Terdiri dari siswa, guru dan pegawai di sekolah setempat.

Menurutnya, aksi penggalangan dan hingga salat gaib yang kali ini, dilaksanakan sebagai wujud gerakan empati dan simpati yang ditanamkan kepada siswa untuk bisa saling mendoakan antarsesama umat manusia.
Bila mengingat sejarah, Palestina merupakan negara pertama yang mengakui Kemerdekaan Indonesia. Sehingga sudah sepantasnya, pihaknya sebagai warga Indonesia mendukung perjuangan Palestina untuk mencapai kemerdekaan.
“Kami juga menanamkan kepada anak-anak, dukungan kita kepada Palestina jangan sampai memunculkan rasa benci kepada saudara Israel. Karena saya yakin ada beberapa warga israel yang ingin tidak terjadi peperangan,” katanya.
Aksi dukungan kepada Palestina juga merupakan visi kemanusiaan. Sesuai dengan amanat pembukaan UUD 45 terutama alinea pertama, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
“Dan untuk sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karna tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Artinya kita punya tanggung jawab untuk mendukung Palestina,” tandasnya.
Tak cukup itu, aksi dukungan untuk palestina juga disemarakkan melalui pembacaan puisi dan orasi untuk Palestina. Seruan dari siswa melalui puisi ini menggemakan agar Palestina dan Israel untuk berdamai.
Sarvenas Almahyra Andwilofa yang membacakan puisi berjudul Kabar Apakah yang Samap Padamu Palestina, merasa iba dengan kondisi Palestina saat ini. Tangisan dimana-mana, dan darah menodai setiap sudut kota.
“Saya berharap supaya Israel berhenti menjajah Palestina. Harapannya, Palestina dan Israel bisa damai tanpa ada peperangan lagi,” kata Sarvenas kepada awak media. (J05/A01)










