Jurnalpantura.id, Kudus – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kudus menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) I periode Muktamar 2022–2027 pada Sabtu, 12/7/2025, bertempat di MI Muhammadiyah Pasuruhan, Kudus.
Acara ini menjadi momentum strategis untuk konsolidasi organisasi, evaluasi capaian program kerja, serta perumusan strategi dakwah dan ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.
Mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Kudus Berkeadilan”, Musypimda I dihadiri oleh 138 peserta yang terdiri dari jajaran PDA, Badan Pembantu Pimpinan, PCA, PRA, unsur PDM Kudus, serta Angkatan Muda Muhammadiyah.
Ketua PDA Kudus, Eny Alifah Kurnia menegaskan pentingnya Musypimda sebagai sarana refleksi organisasi. Ia menekankan bahwa ‘Aisyiyah harus menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan dakwah Islam melalui pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
“Musypimda ini bertujuan memetakan potensi dan memperkuat kepemimpinan ‘Aisyiyah Kudus dalam menggerakkan organisasi dari tingkat lokal hingga global,” tegasnya.
Salah satu topik sentral dalam forum ini adalah isu ketahanan pangan keluarga. Materi bertajuk “Ketahanan Pangan Keluarga Menuju Qoryah Thayyibah” disampaikan oleh Dewi Masyitoh, Wakil Ketua PDA Kudus.
Ia mendorong seluruh cabang dan ranting untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi.
“Ini bukan hanya soal menanam sayur, tapi bentuk nyata dakwah yang menyentuh langsung kebutuhan umat,” katanya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus, Noor Muslikhan, turut hadir dan membuka secara resmi forum Musypimda. Dalam pidatonya, ia mengingatkan kembali spirit dakwah KH Ahmad Dahlan yang berpijak pada surat Al-Ma’un.
Ia mendorong ‘Aisyiyah untuk aktif dalam semua lini kehidupan, seperti pendidikan, sosial, hingga politik—dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berkeadilan.
Agenda Musypimda I juga mencakup penyampaian laporan pertanggungjawaban kepemimpinan, pembahasan dinamika organisasi di tingkat cabang dan ranting, serta perumusan program strategis jangka menengah.
Forum ini diharapkan menjadi titik tolak bagi penguatan kelembagaan dan kiprah perempuan Muhammadiyah yang lebih signifikan di tingkat akar rumput.
Dengan semangat kolektif dan sinergi antar unsur pimpinan, Musypimda I ‘Aisyiyah Kudus diharapkan menjadi pijakan kokoh dalam mewujudkan masyarakat Kudus yang adil, tangguh, dan berdaya.
Hasil-hasil keputusan forum ini akan menjadi arah gerak strategis organisasi hingga tahun 2027. (J05/A01)










