Jurnalpantura.id, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) tengah menyiapkan Festival Tanggulangin yang akan digelar di Jembatan Tanggulangin 2 atau kawasan Gerbang Kudus Kota Kretek (K3).
Mengusung konsep perpaduan kopi dan fesyen, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir November 2026.
Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Abdul Halil, mengatakan festival tersebut dirancang menjadi ruang promosi bagi potensi kopi dan fesyen lokal.
Beragam kegiatan akan dihadirkan, mulai dari pameran produk, perlombaan, seminar, hingga diskusi yang melibatkan pelaku usaha dan komunitas terkait.
Rencana penyelenggaraan festival tersebut telah dipaparkan kepada Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin, 2/11/2026.
Halil menyebut, jadwal pelaksanaan yang semula direncanakan pada pertengahan November kemungkinan mengalami penyesuaian karena padatnya agenda pemerintah daerah.
“Untuk kegiatannya yang semula kita rencanakan pertengahan November, kemungkinan diundur karena ada banyak kegiatan dan Bupati masih ada kegiatan juga. Untuk tanggal pastinya nanti akan kami beri tahu secara resmi,” katanya.
Pemilihan kawasan Gerbang Kudus Kota Kretek sebagai lokasi festival bukan tanpa alasan.
Selain menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata yang belum banyak tersentuh kegiatan pariwisata, pemindahan lokasi acara juga diharapkan dapat menghadirkan suasana baru bagi masyarakat.
Selama ini, berbagai kegiatan daerah dinilai masih banyak terpusat di kawasan Alun-alun Kudus.
“Selama ini banyak kegiatan terpusat di pusat kota Kudus. Untuk mengurangi kejenuhan, kita geser ke sana. Harapannya, yang datang tidak hanya warga Kudus, tetapi juga masyarakat dari kota-kota sekitar,” jelas Halil.
Pada sektor kopi, festival akan melibatkan sekitar 40 peserta yang terdiri atas produsen kopi tradisional, pemilik kedai kopi, hingga pihak yang berkaitan dengan petani kopi.
Disbudpar juga berencana mengundang perusahaan dan pelaku usaha kopi di Kudus untuk mengikuti sesi bincang kopi, talkshow, dan workshop dengan target partisipasi hingga 200 orang.
Sementara itu, sektor fesyen akan melibatkan komunitas KFK serta menghadirkan lomba modeling dalam dua kategori, yakni anak usia 5–12 tahun dan remaja usia 13–17 tahun. Jumlah peserta lomba akan dibatasi sekitar 20–30 orang agar pelaksanaan kegiatan berjalan lebih tertib dan optimal.
Melalui Festival Tanggulangin, Pemkab Kudus berharap potensi kopi dan fesyen daerah semakin dikenal luas sekaligus membuka peluang promosi bagi para pelaku usaha lokal. (J05/A01)










