Jurnalpantura.id, Kudus – Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang warga Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang hilang setelah pergi mencari rumput di kawasan perbukitan. Pria bernama Sarno (61) tersebut belum kembali ke rumah sejak Kamis (27/8/2026) siang hingga Jumat (28/8/2026).
Sarno diketahui tinggal di Desa Soco RT 07/RW 03, Kecamatan Dawe. Ia meninggalkan rumah sekitar pukul 14.00 WIB dengan berjalan kaki menuju kawasan perbukitan di sebelah utara desa untuk mencari rumput.
Kapolsek Dawe AKP Jajang Wiwoko mengatakan, keluarga mulai khawatir setelah Sarno belum juga pulang hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat Desa Soco.
“Karena hingga sore hari Sarno belum kembali, keluarga kemudian menyampaikan laporan kepada perangkat desa,” ujar Jajang, Jumat (28/8/2026).
Setelah menerima laporan, pihak keluarga bersama perangkat desa dan warga langsung melakukan pencarian. Mereka menyusuri kawasan yang diperkirakan menjadi lokasi Sarno mencari rumput hingga radius kurang lebih satu kilometer.
Penyisiran juga diperluas dengan mendatangi rumah sejumlah saudara dan kerabat. Namun, upaya tersebut belum menemukan keberadaan Sarno hingga pencarian dihentikan sementara sekitar tengah malam.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada Jumat pagi dengan melibatkan tim gabungan. Mulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga 12.30 WIB, Basarnas, BPBD Kudus, relawan dan warga menyisir kawasan perbukitan di sekitar Desa Soco.
Tim pencarian bergerak dari sisi selatan menuju utara. Setelah menemukan titik percabangan jalur, petugas membagi area pencarian menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) agar penyisiran dapat dilakukan di beberapa arah secara bersamaan.
SRU 1 diperkuat enam personel Basarnas Pos Jepara bersama dua warga. Tim tersebut melakukan penyisiran ke arah timur sejauh sekitar satu kilometer.
Sementara SRU 2 terdiri atas tiga personel BPBD Kudus dan tiga warga. Kelompok ini bergerak menuju sisi utara kawasan perbukitan.
Adapun SRU 3 dipimpin Komandan Operasi SAR Basarnas Pos Jepara, Ndan Ali, bersama Kasi KL BPBD Kudus Ahmad Munaji. Tim beranggotakan empat personel dan mendapat bantuan dua warga untuk menyisir jalur yang mengarah ke aliran sungai.
Meski seluruh tim telah menyisir sejumlah titik, hingga pukul 12.30 WIB keberadaan Sarno belum berhasil ditemukan.
Kapolsek Dawe menyampaikan operasi pencarian akan kembali dilakukan setelah salat Jumat. Tim dijadwalkan melanjutkan penyisiran sekitar pukul 13.00 WIB.
“Setelah salat Jumat, pencarian akan kami lanjutkan kembali sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Jajang.
Berdasarkan informasi dari saksi, Sarno memiliki ciri fisik berupa tubuh tegap, rambut hitam bercampur uban, serta rambut yang cukup panjang. Ketika meninggalkan rumah, ia mengenakan kaus merah, penutup kepala berwarna ungu yang disebut berupa kain atau baju, dan celana panjang biru bergaris hitam.
Saat berangkat mencari rumput, Sarno juga membawa sebuah arit yang biasa digunakannya untuk memotong rumput.
Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa Sarno memiliki riwayat epilepsi atau kejang. Selain itu, ia disebut cukup sering mengeluhkan sakit kepala maupun rasa pusing.
Kondisi medan yang menjadi sasaran pencarian turut menjadi tantangan bagi tim. Area tersebut merupakan kawasan perbukitan yang terdiri dari hutan, tebing dan aliran sungai dengan arus relatif ringan. Sejumlah kedung yang berada di sepanjang aliran sungai juga ikut diperiksa.
Hingga Jumat siang, operasi pencarian masih berlangsung. Personel Polsek Dawe, Koramil Dawe, Basarnas, BPBD Kudus, relawan FRPB, BAGANA Kudus, Pemerintah Desa Soco, Kecamatan Dawe serta masyarakat setempat turut terlibat dalam operasi SAR. Foto: JP
Kapolsek Dawe menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan bersama TNI, tim SAR, relawan, pemerintah desa dan warga. Penyisiran akan diarahkan ke sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat keberadaan Sarno. (J02/A01)










