Jurnalpantura.id, Kudus – Kabar duka datang dari kawasan wisata religi di Kabupaten Kudus. Seorang peziarah asal Serang, Banten, dilaporkan meninggal dunia secara saat sedang menapaki tangga menuju Makam Sunan Muria, yang terletak di Desa Colo, Kecamatan Dawe.
Kapolsek Dawe AKP Budianto menyampaikan, pihaknya menerima laporan adanya peziarah yang meninggal pada Rabu, 10/12/2025, sekitar pukul 04.30 WIB.
“Korban peziarah yang bernama Tatang Kosasih (71) yang beralamat di KP. Pematang Warung RT 003/004 Kamasan Cinangka Serang Banten,” kata AKP Budianto.
Budi menjelaskan, Korban saat itu sedang dalam rombongan peziarah dan berjalan kaki menaiki tangga Makam Sunan Muria bersama dua saksi, yaitu Mastuliah Binti Sawira (62) dan Ali Rohman (56), keduanya juga berasal dari alamat yang sama.
”Sesampainya di tengah-tengah tangga, korban mengeluh sesak napas dan kemudian pingsan,” ujarnya.
Melihat kondisi korban, Saksi 1 dan Saksi 2 segera melapor kepada pihak Yayasan Sunan Muria. Upaya pertolongan cepat dilakukan, dan korban segera dilarikan ke Puskesmas Dawe.
Namun, takdir berkata lain. Setelah diperiksa oleh dr. Teguh dari Puskesmas Dawe sekitar pukul 07.00 WIB, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Pihak kepolisian, melalui pemeriksaan oleh dokter Puskesmas Dawe dan Tim Inafis Polres Kudus, mengonfirmasi hasil pemeriksaan medis. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Meninggalnya korban diduga kuat karena faktor kesehatan, mengingat korban mengeluh sesak napas saat beraktivitas fisik menaiki tangga.
Dengan peristiwa ini, Kapolsek Dawe mengingatkan para peziarah, khususnya yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit untuk selalu memastikan kondisi kesehatan sebelum berziarah.
“Beristirahat jika merasa lelah atau sesak napas, jangan memaksa untuk menaiki tangga Makam Sunan Muria, gunakan jasa ojek pangkalan jika tidak kuat berjalan kaki,” pungkasnya. (J02/A01)










