Jurnalpantura.id, Kudus – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kudus membuka kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memamerkan produknya di Galeri Dekranasda yang terletak di pusat kota.
Langkah ini menjadi upaya untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus mengenalkan kreativitas produk-produk unggulan khas Kudus kepada masyarakat luas. Saat ini, sudah ada lebih dari 80 produk lokal yang terpajang di galeri tersebut.
Ketua Dekranasda Kudus, Endhah Endhayani, menyebutkan bahwa masih tersedia ruang bagi pelaku UMKM lain yang ingin ikut mejeng di galeri tersebut.
Menurutnya, kapasitas rak dan ruang pamer yang tersedia masih bisa menampung lebih dari 100 produk baru dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga fashion.
“Ini masih ada ruang, masih bisa tambah. Kalau ada yang berminat (ikut mejeng), bisa kami bantu,” ujarnya saat peresmian Galeri Dekranasda Kudus, belum lama ini.
Meski demikian, Endhah menegaskan bahwa produk yang ingin dipajang harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan kualitas.
Di antaranya adalah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bagi produk makanan dan minuman. Hal ini dilakukan agar produk yang tampil di galeri memiliki standar mutu dan legalitas yang jelas.
Selain aspek legalitas, pihak Dekranasda juga menekankan pentingnya nilai daya tarik dan keunikan produk. Produk kuliner diharapkan memiliki cita rasa khas, fashion menonjolkan identitas lokal Kudus, dan kemasan tampil menarik.
Dengan begitu, produk yang dipasarkan tidak hanya layak jual tetapi juga mencerminkan karakter dan potensi daerah yang dikenal sebagai Kota Kretek tersebut.
Endhah menambahkan, seluruh produk yang saat ini sudah mejeng di Galeri Dekranasda telah melalui proses kurasi yang ketat. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan produk yang dipajang benar-benar representatif dan tepat sasaran.
“Kurasi ini kami lakukan agar yang tampil di galeri adalah produk terbaik yang layak dibanggakan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Galeri Dekranasda diperuntukkan bagi UMKM kecil yang memiliki produk bagus namun mengalami kendala dalam hal pemasaran.
Dengan lokasi galeri yang strategis di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, para pelaku usaha kini memiliki tempat promosi yang mudah dijangkau masyarakat maupun wisatawan.
Endhah juga memastikan pihaknya akan membantu promosi melalui berbagai kegiatan dan kunjungan di area pendapa kabupaten.
Galeri Dekranasda Kudus kini menampilkan berbagai produk unggulan khas daerah, seperti makanan dan minuman olahan, batik Kudus, biola, busana adat, miniatur Menara Kudus, kerajinan tangan, hingga kafe kopi Muria.










